Manusia penjilat lebih mengutamakan ambisi pribadinya, dibanding mengutamakan orang-orang yang berada disekitar lingkungannya.Manusia penjilat, layaknya menyandang gelar bunglon, dimana selalu saja memperlihatkan warna kulit yang indah, demi mendapatkan perhatian yang spesial, untuk meraih satu tujuan, tanpa menghiraukan lingkunganya.
Janganlah pernah bangga menyandang suatu prestasi dari sebuah pekerjaan, jika diraih dari hasil jilat menjilat.
Kehidupan ini tak lebih dari sebuah perputaran roda, dimana posisi manusia tak ada yang staknan, namun terus berputar mengikuti perputaran roda, demikian halnya dengan suatu yang berada dalam genggaman, tak akan pernah dapat digenggam untuk selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar