Selasa, 09 Desember 2008

Manusia dan lidahnya

Manusia pastilah membutuhkan teman ”sahabat”, namun mendapatkan teman yang cocok untuk dijadikan sahabat dalam berbagi suka dan duka, sangatlah sulit mendapatkanya, terkadang orang-orang yang berada di lingkungan kita, memiliki karakter yang tidak kita sukai

Untuk mengetahui karakter orang – oarang yang berada pada lingkungan sehari – hari kita, maka ada cara yang lebih gampang mendeteksinya, yaitu pelajari dari tutur katanya:




Berikut tips mempelajari karakter manusia berdasarkan lidahnya.:

1. manusia memiliki kualitas tinggi:
jika berbicara maka setiap perkataanya membawa pesan, mengeluarkan ide, menciptakan solusi, dan selalu saja ada hikmanya, serta memberikan ilmu bagi orang lain

2. orang biasa-biasa saja:
jika berbicara selalu saja mengomentari apa saja yang dilihatnya ”asbun”

3. orang rendah:
kala ia berbicara selalu saja mengeluh, mencelah, dan menghina apa saja yang dilihatnya.

4. orang dangkal:
jika bertutur, selalu saja cerita tentang kehebatanya, dan selalu saja ingin tampak lebih menonjol dari orang lain



Demikian halnya dengan manusia yang memiliki rasa kecintaan pada dunia secara berlebihan, so pasti memiliki gaya hidup yang hedonistik, matearialistik, egoistis, merasa benar sendiri, saling sikut, menjilat atasan, makan bawahan, tindas teman sendiri.

Kamis, 20 November 2008

KERAGUANKU

Dirini terus berbuat, namun hingga kini akupun bingung akan apa yang telah aku perbuat.
Entah kebenaran atau kesalahan yang telah banyak kuperbuat dalam mengarungi perjalanan hidup.
Namun kusadari semakin bertambah usiaku, semakin besar pulah keraguan akan kesalahan hinggap dalam jiwa.




Keraguan akan banyaknya kesalahan yang telah aku perbuat
Keraguan akan semakin menjauhnya diri ini dengan alam
Keraguan akan bobroknya tingkah laku.
Keraguan akan sebuah keangkuahan
Keraguan akan keilafan terhadap aturan – aturan keyakinan
Keraguan akan banyaknya dosa yang telah kuperbuat.
Keraguan akan semuanya

Rapuhnya iman atas keyakinan terhadap sang ILAHI. Semakin memperbesar rasa keraguan dalam jiwa.
Jika keraguan itu benar, maka hanya kepadamulah ya ALLAH. Tempat aku memohon., ampunilah segala dosa yang telahku perbuat.
Bersihkanlah diri dan jiwa ini dari segalah keilafan yang telah aku perbuat, hingá mengakibatkan keraguan itu terus menghantui jiwa ini

Rabu, 12 November 2008

Perjuangan tak berujung

Sekali kita memilih jalan perjuanagan, maka itu tidak ada ujungnya, dan engkau, aku, semuanya telah memilih jalan perjuangan.
(MUCHTAR LUBIS)

Muchtar lubis, adalah seorang tokoh jurnalis yang berani mengorbankan dirinya dibelenggu dibalik terali besi, hanya karena mempertahankan idialisme, dan melawan sistim kebobrokan yang berlaku pada zaman pemerintahan orde lama yang dipimpin oleh soekarno. serta zaman orde baru yang di nahkodai oleh presiden soeharto

Muchtar lubis kini telah tiada, namun tidak berarti perjuangan kebebasan pers, harus lah ikut mati.




Seorang pemimpin haruslah mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.
Peminpin sejati adalah pemimpin yang mau menerima kritikan demi membesarkan negara yang dipimpinya.


JANGAN PENJARAKAN KEBEBASAN PERS

Minggu, 28 September 2008

Proses perjalanan hidup

Patah tumbuh hilang berganti
Yah... ini lah makna dari kata pepatah yang pernah aku dengar
meninggalkan sesuatu pasti kita akan mendapatkan yang lebih baik buat diri kita.
setelah aku mengambil satu keputusan berhenti dari perusahaan metro tv, akhirnya aku diterima di salah satu perusahaan media yang lebih besar menurut saya.

Keputusan berhenti demi mempertahankan sebuah idialisme, adalah keputusan yang tepat bagiku.

Semoga di kantor baruku ini, aku masih tetap seperti yang dulu, tetap bertahan pada prinsip idialisme dalam menjalankan tugas jurnalis.

Satu pesan yang perlu kusampaikan untuk teman-teman se-profesi:
Janganlah kita pernah takut kehilangan sesuatu, hanya karena demi mempertahankan
prinsip yang kita anut

Kekurangan materi tidak akan membuat kita mati, namun membohongi kata hati apa lagi bekerja dengan menggunakan cara-cara kotor, akan mempermalukan diri kita.

Sabtu, 26 Juli 2008

MENGGAPAI SEBUAH KETENANGAN

Terkadang kita dihadapkan dengan dua pilihan yaa.. atau tidak.
jika kita mengambil satu keputusan diantara dua pilihan tersebut, maka kita harus yakin, keputusan itu telah mewakili jiwa tanpa ego.

Suatu keputusan yang telah aku ambil saat ini, yaitu berhenti dari tempatku bekerja.
Yaah.. keputusan tersebut telah mewakili jiwaku, demi menghindari sebuah konflik dilinkup kantorku,dan mempertahankan idialisme sebagai jurnalist, serta membutuhkan ketenangan dalam menjalani hidup, adalah akumulasi dari keputusan yang telah kuambil.

Walaupun sebagian orang menganggap keputusan itu adalah sebuah keputusan konyol, namun aku tetap bangga dengan prinsip yang tertanam dalam diri ini,
karena berani mengatakan tidak, untuk sebuah ketenagan hidup.

jika sesuatu diawali dengan niat baik, maka yakinlah kita tidak akan pernah sengsara menjalani proses hidup.
maka janganlah pernah takut mengambil keputusan yang menurut hati nurani kita benar.

Selasa, 03 Juni 2008

Manusia begundal

Hidup tak ubahnya sebuah panggung sandiwara, dimana kita berada pada posisi yang tercantum dalam skenario.

Suatu peran yang saat ini sedang dimainkan oleh begundal-begundal penjilat, yaitu skenario sandiwara musang berbulu domba, dimana para pelakonya saling berlomba jilat menjilat, pasang muka kiri kanan, layaknya sebuah cermin yang selalu saja ingin menampakkan bayangan indah tanpa memiliki jiwa dan rasa.

Jika diri ini sedang melakoni sebuah skenario, maka hanya ada satu kata slamat tinggal para begundal.

Namun bukan berarti para begundal penjilat "musang berbulu domba", berada di posisi menang atau kalah, karena naskah dari skenario bukanlah suatu pertandingan, yang mengharuskan kita bertarung hidup mati.

Selasa, 29 April 2008

Misteri hidup

CINTA.
Lima huruf yang dirangkai jedi satu kata ini, akhirnya kembali membuat aku terbuai.
Entah mengapa sesuatu yang sangat aku takutkan akan terjadi pada diri ini, akhirnya secara perlahan hinggap dan menggerogoti jiwa-ku.

Ingin rasanya ku-menjauh dari rasa cinta, namun jiwa ini terus menagi akan sebuah rasa suka terhadap seorang gadis yang jua mengharapkan cinta suci dari-ku.

TUHAN. Hanya kepadamulah kumemohon petunjuk akan rasa yang kualami saat ini.

TUHAN. Jika rasa yang engkau berikan kepada kedua ummat-mu ini adalah sebuah anugerahmu, maka berikan-lah kami berdua kemudahan untuk merawatnya hingga kehendakmulah yang akan memisahkan kami.

Bunglon

Manusia penjilat lebih mengutamakan ambisi pribadinya, dibanding mengutamakan orang-orang yang berada disekitar lingkungannya.

Manusia penjilat, layaknya menyandang gelar bunglon, dimana selalu saja memperlihatkan warna kulit yang indah, demi mendapatkan perhatian yang spesial, untuk meraih satu tujuan, tanpa menghiraukan lingkunganya.

Janganlah pernah bangga menyandang suatu prestasi dari sebuah pekerjaan, jika diraih dari hasil jilat menjilat.

Kehidupan ini tak lebih dari sebuah perputaran roda, dimana posisi manusia tak ada yang staknan, namun terus berputar mengikuti perputaran roda, demikian halnya dengan suatu yang berada dalam genggaman, tak akan pernah dapat digenggam untuk selamanya.

Sabtu, 05 April 2008

Ego manusia

Jika rasa itu tak lagi hinggap, maka ambisi akan kemenangan dan penindasan slalu saja mendominasi diri manusia.

Manusia yang dihinggapi rasa ego dan ambisi, tak akan pernah mau mengenal saudara apa lagi yang namanya teman.

Demi sebuah ambisi menguasai dunia, Hitler haruslah mengorbankan jutaan manusia, demikian halnya dengan Saddam hussen.

Namun yakinlah Tuhan itu adil, dan jika Allah swt, tidak merestui ego manusia, maka kenyataan akan slalu berkata lain.

Jika bendera perang haruslah dikibarkan, dan tak adalagi persaudaraan, maka hanya ada satu kata: menang atau kalah "siri' na' pacce"

Selasa, 08 Januari 2008

AMBISI SANG PEREMPUAN PEDALAMAN II

Sebut saja nama wanita ini Berta. Sehari-harinya selalu saja terlihat enjoy. Entah apakah spirit dan keceriaan yang ia perlihatkan itu, hanya untuk menutupi kekurangan yang ada dalam dirinya? Ataukah memang ia menunjukan karakter yang sebenarnya?

Tingkah laku Berta dan pergaulan sehari-harinya, tak pernah memperlihatkan kemurungan apalagi yang namanya kesedihan, dalam menghadapi permasalahan seberat apapun.

Kendati sebenarnya Berta harus memutar otak, agar ia bisa mendapatkan uang demi mempertahankan hidup.

Bagaimana pula ia dapat membeli pakaian, perlengkapan kosmetik sesuai dengan model terbaru, agar penampilanya terus terlihat menarik, serta bagaimana kedua anaknya dapat bertahan hidup?

Berta yang memiliki postur tubuh menarik, wajah yang lumayan cantik, serta bibir seksi dan senyumanya yang memancarkan daya tarik tersendiri, tentunya menjadi modal utama-nya untuk menarik simpati lawan jenisnya.

Bahkan terkadang kelebihan yang ada pada dirinya, haruslah ia obral kepada orang-orang, demi untuk mendapatkan uang, walaupun terkadang cara-cara berteman yang begitu supel terhadap siapa saja, baik teman wanita-nya, maupun teman laki-laki, mendapat cibiran miring dari manusia-manusia penggosip, namun semua itu tidak-lah ia hiraukan.Yang terpenting dalam pikiran Berta, hanyalah bagaimana ia dapat mengumpulkan teman sebanyak mungkin, dan tentunya kelak diantara teman-temannya itu, ada yang akan membantu biaya kebutuhan hidup sehari-harinya, serta menunjang modal usaha yang ia rintis.

Kalaupun nantinya orang-orang yang mau membantunya itu, akan mengharapkan imbalan, dengan sebuah kehangatan rasa cinta, mungkin itu jua tidaklah jadi sebuah hal yang sulit bagi Berta. yang penting terdapat saling kecocokan dalam segala hal

Bagi Berta, cinta suci itu hanyalah khiasan semata, dan tak akan mungkin lagi didapati di dunia yang modern ini.

Kebekuan hati Berta akan yang namanya cinta suci, tentunya disebabkan karena ia pernah dicampakkan, oleh laki-laki yang bernama Markus. Yang pernah ia cintai dan telah memberinya anugrah “anak”.





Mengapakah Berta dan Markus harus berpisah?

Bersambung …

Jumat, 04 Januari 2008

AMBISI SANG PEREMPUAN PEDALAMAN I

Kerasnya tantangan dalam menjalani hidup, tidak akan menghalangi tekad dan ambisi seorang perempuan yang lahir di salah satu perkampungan terpencil, walaupun sang perempuan tersebut menyandang status janda muda, dan harus memikirkan bagaimana caranya membesarkan dua orang anaknya, namun itu bukanlah halangan untuk dirinya dalam meraih sebuah kesuksesan untuk mencapai puncak karir dan usaha yang mulai ia rintis
*****************************************************************
Awal kisa sang wanita kampung dengan berjuta ambisi
Seorang wanita dengan raut wajah tergolong manis, serta kulit putih mulus, memiliki rambut sebahu yang diberi warna sedikit kekuning-kuningan, berjalan diantara kerumunan orang-orang, yang memadati salah satu pusat perbelanjaan di kota makassar. Sambil meneteng tas, dimana salah satu tangannya memegang telepon cellular yang menempel diantara telinga dan pipinya, sang wanita berjalan dengan santainya sambil bercuap-cuap lewat hpnya.

Jika melihat sepintas cara berjalan, dan penampilan yang begitu style dari cara berpakaian wanita ini, orang-orang pastinya tak percaya, jika ternyata sang perempuan muda itu, berasal dari sebuah pedalaman atau tepatnya wanita kampung, dan juga telah berstatus janda serta memiliki anak.

Terlepas dari status janda muda dan dari mana ia berasal, serta penampilan yang menyerupai remaja-remaja perkotaan, yang jelas perempuan itu, pantaslah mendapat gelar perempuan tangguh yang terus berusaha lepas dari berbagai problema hidup yang telah lama menghimpitnya.

Tak peduli dengan pandangan miring sebagian orang, atas penilaian tingkah laku sehari-harinya, perempuan ini terus saja berusaha tegar menghadapi kerasnya rel perjalanan hidup yang ia jalani.

Yang ada dalam benak sang perempuan ini, hanyalah ada satu tekat bagaimana ia bisa berdiri tegar dalam menjalani semua cobaan hidup, selain itu wanita ini juga mempunyai keinginan untuk melawan kesengsaraan yang menghimpit hidupnya, dan tentunya mempunyai kemauan keras dalam merintis sebuah usaha, dan tidak perlu lagi bergantung pada orang lain, untuk mencukupi penampilan dirinya, serta bagaimana mencukupi kebutuhan hidup anak-anaknya.

Bersambung…..