Sabtu, 29 Desember 2007

Ketakutan itu akhirnya nyata

Mengapakah pergerekan itu salalu saja dibarengi dengan perlawanan, dan perlawanan itu juga slalu saja diidentikan dengan pemberontakan.

Bukankah pergerakan dan perlawanan itu, sebagai bentuk nyata atas rasa ketidak puasan yang terjadi dalam suatu sistim.

Jika saja sistim dalam suatu pemerintahan berjalan dengan normal, sesuai dengan keinginan semua elemen masyarakatnya, tentunya tidak akan ada yang namanya pergerakan dan perlawanan dari masyarakat.

Tentunya Oposisi selalu saja ada dalam pemerintahan, jika sistim dalam pemerintahan itu sendiri, tidak berjalan normal. Namun oposisi itu janganlah selalu di identikan dengan pemberontakan, tetapi oposisi itu tentunya adalah sebuah dinamika dalam berpolitik, untuk membangun sebuah negara demokrasi.

Kehadiran seorang BENAZIR BHUTTO, dengan memimpin partai oposisi, tentunya sebagai bentuk sebuah perlawanan, yang dilakukan oleh masyarakat Pakistan.

Tetapi mengapakah perdana menteri MUSYARRAF, selalu saja dibayangi rasa ketakutan atas hadirnya sebuah partai oposisi, yang dipimpin oleh seorang wanita yang dikenal dengan nama besar BENAZIR BHUTTO.

Sangat terlihat jelas jika perdana menteri MUSYARRAF, mengalami ketakutan dengan manuver politik yang terus dilakukan oleh BENAZIR BHUTTO.

Sejak BHUTTO kembali menghirup udara segar dari balik bui, dan kembali dalam pentas perebutan kekuasaan sebagai seorang perdana menteri, yang tentunya didukung oleh jutaan masyarakat Islamabad. Musyaraf jadi paranoid

Ketakutan itu akhirnya jadi kenyataan
Jau hari sebelum tragedi terbunuhnya BENAZIR BHUTTO, pemimpin oposisi di Islamabad ini, telah melayangkan surat ke perdana menteri MUSYARRAF, meminta pengamanan atas dirinya diperketat, yang tentunya permintaan itu wajar karena BENAZIR BHUTTO, juga adalah mantan perdana menteri yang wajib dilindungi keselamatanya.

Tetapi permintaan sang BENAZIR BHUTTO, tidaklah direspon oleh sang perdana menteri MUSYARRAF, dimata MUSYARRAF, BENAZIR BHUTTO, adalah sparing politik yang harus disingkirkan dari panggung politik, dan jika saja pemimpin oposisi ini dapat dilenyapkan dari muka bumi, maka tentunya jalan MUSYARRAF, kembali memegang pucuk pimpinan di Islamabad, akan kembali mulus.

Walaupun pemilihan umum di Islamabad, masih menghitung hari namun dengan terbuktinya ketakutan yang dialami oleh BENAZIR BHUTTO, soo.. pasti perdana menteri Islamabad, tidak akan menjauh dari tangan pemimpin militer tulen, siapa lagi kalau bukan MUSYARRAF.

Bukan saja jutaan manusia menangisi kepergianmu, namun dunia-pun ikut bersedih menghantar kepergianmu keliang lahat sang BENAZIR BHUTTO.

Kematian ini tentunya mengakhiri penderiataan dan kesaliman yang selama ini engkau rasakan, dimana dulunya kekuasaan yang engkau pegang, haruslah berakhir dengan sebuah kudeta militer.

Bukan hanya sampai disitu penderiataan yang engkau rasakan, namun setelah itu engkaupun kembali merasakan pahitnya hidup didalam penjara, dan kini dua butir peluru yang bersarang di dada dan lehermu itu, akhirnya mengakhiri semua penderiatan yang selama ini akrab mendampingi perjalanan karirmu


Semoga saja kelak dunia akan kembali menghadirkan seorang BENAZIR BHUTTO, yang mempunyai jiwa kepemimpinan elegan.



Makassar.
Sejarah kembali mencatat: jelang akhir tahun 2007, tepatnya tanggal 27 desember 2007, seorang pemimpin dunia, "BENAZIR BHUTTO" akhirnya mati secara tragis ditangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab alias manusia pengecut

Kamis, 27 Desember 2007

Peluru akhiri karir dan hidupmu sang pemimpin

BENAZIR BHUTTO.
Ketakutan akan terulangnya sejarah kisa tragis yang menimpa ayahmu, kini akhirnya terulang dan menimpah dirimu.

Kursi kepemimpinan perdana menteri islamabad yang saat ini sedang diperebutkan dan kelak akan engkau gengam, akhirnya pudar dari mimpi jutaan rakyat pakistan yang sedang menanti sosok pemimpin sejati.

Dua butir peluruh yang mengarah kedada dan lehermu, akhirnya menghantarkanmu keliang lahat, dan juga meng akhiri pentas panggung politik yang telah lama engkau rintis.

Siapakah orang yang tega mengakhiri hidupmu?
Dinegara manapun didunia ini yang namanya militer, tentunya sangatlah sulit untuk dikalahkan apa lagi yang namanya ditumbangkan, dan jika kita telisik lebih dalam tentang tragedi pembunuhan yang menimpamu BENAZIR BHUTTO.

Maka patutlah orang curiga jika dibalik tragedi terbunuhnya engkau BENAZIR BHUTTO, pelakukanya adalah, suruhan orang yang berkuasa, yang saat ini menjadi lawan politik terberat yang engkau hadapi dalam pemilihan perdana menteri, dan dia tentunya adalah militer tulen yang saat ini sedang berkuasa

Wajarlah jika kami semua pesimis kasus tragedi pembunuhan ini kelak akan terungkap, jikapun nantinya pemerintahan MUSYARRAF, dapat mengungkap kasus ini.

Apakah pelakunya betul-betul murni adalah pelaku sebenarnya, atauka hanya mengorbankan kambing hitam "kamuflase", seperti pada pernyataan MUSYARRAF, lewat media yang menuding pelakunya adalah teroris dari jaringan alkaeda

Apakah alkaeda bermain di balik tragedi ini?
Aku tidak yankin jika alkaeda ikut serta bermain dalam politik pemerintahan di islamabad, bukanka semua pemimpin dunia tahu jika selama ini BENAZIR BHUTTO, dikenal sangat dekat dengan para pemimpin negara-negara islam didunia


BENAZIR BHUTTO.
Walaupun kini engkau telah meninggalkan jutaan masyarakat islamabad, namun kuyakin jutaan rakyatmu, masih tetap mengenang dan mengharumkan namamu sebagai seorang pemimpin sejati.
Walaupun kini engkau telah tiada, namun sejarah dunia telah mencatat, salah satu negara yang namanya islamabad, penah mempunyai pemimpin "perdana menteri" wanita yang berjiwa Revolusioner dan elegan.

MAKASSAR. Dua butir peluru menghantarkan sang pemimpin keliang lahat
Aku semakin menyadari ternyata lirik lagu yang dilantunkan oleh Iwan falas, semakin mendekati kebenaran dimana sebagian bait lagunya bercerita, apakah selamanya politik itu kejam.

Yahh.. itulah politik, terkadang kita tidak tahu yang mana teman dan yang mana lawan, jangankan menyengsarakan lawan, membunupun terkadang harus dilakukan dalam dunia politik.

Maka dari itu jangan pernah mau berpolitik, jika diri kita tidak siap menghadapi segala resiko yang akan kita hadapi nantinya dalam pentas politik.

Rabu, 26 Desember 2007

Kepemimpinan yang tertunda

Bersabar mungkin itulah kata yang pantas untukmu cappo", yakinlah jika kemenangan secara legitimasi yang engkau dapatkan dari panitia penyelenggara pilkada "komisi pemilihan umum" saat ini hanya tertunda dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Bukanka KPU Provinsi Sulawesi selatan, telah melayangkan gugatan peninjauan kembali (PK) tentang keputusan MAHKAMA AGUNG yang menunda kemenanganmu itu.

Semua pendukungmu tahu jika kesalaiman itu kini telah engkau rasakan dan alami, berdasarkan dari keputusan MA yang mengusulkan dilakukanya kembali pemilihan ulang di empat kabupaten.

Akankah dengan cara-cara pengerahan massa, melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran dapat meraih simpati masyarakat sulawesi selatan?, yang sebagian besar telah memilihmu pada pilkada lalu.

Dan bukankah pengerahan massa secara besar-besaran, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat serta mahasiswa diberbagai kampus, dapat memancing terjadinya tidakan anarkis, serta mengundang para provokator untuk menyusupi pergerakanmu itu cappo"

Kepulan asap tebal dari terbakarnya ban bekas dijalan-jalan, serta kemacetan arus laulintas yang diakibatkan aksi para pendukungmu, dapat membuat masyarakat tidak lagi simpati terhadap pergerakanmu itu

Bersabar tentunya adalah sebuah pergerakan yang lebih baik dibanding mengerahkan massa dijalan-jalan, dan bersabar juga tentunya adalah cermin dari jiwa besar seorang pemimpin.

Yakinlah cappo" jika keputusan mahkama agung itu tidak akan menghalangimu menjadi seorang pemimpin, namun keputusan itu hanyalah sebuah batu sandungan bagimu menuju ke kursi kepemimpinan.

Akupun sangat yakin jika keputusan mahkama agung itu, hanyalah sebuah jalan yang mengajarkanmu berfikir lebih bijak dalam mengambil sebuah keputusan dan tindakan, sepertihalnya mengajarkanmu dalam sebuah proses kedewasaan, dimana nantinya engkau menjadi seorang pemimpin untuk masyarakat sulawesi selatan.




SULSEL. Menanti seorang pemimpin berjiwa elegan".
Pemimpin elegan adala pemimpin yang selalu bertindak bijak untuk kepentingan rakyatnya, namun pemimpin yang arogan akan selalu memperlihatkan kekuatanya untuk sebuah ambisi

Selasa, 25 Desember 2007

Becak tak peduli aturan dan mahalnya BBM

Mahalnya harga BBM,yang akhir-akhir ini sering terjadi di negara yang kita cintai ini, tentunya tidak mempengaruhi kendaraan roda tiga alias becak

Antrian panjang yang sering terjadi di tempat-tempat pengisian BBM "pompa bensin" tentunya juga tidaklah membuat mereka si daeng becak ambil pusing.

Mereka juga terkadan cuek dengan cacian pengendara lain, saat mereka mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas dijalan raya

Tak peduli dengan aturan rambu-rambu lalulintas, bahkan tanda larangan melintaspun terkadang mereka embat

Bagi mereka para daeng becak, larangan itu dibuat oleh manusia, dan rambu-rambu itu dibuat tentunya untuk dilanggar.

Melanggar rambu lalulintas, itu adalah hal yang biasa bagi para daeng becak, walaupun mereka harus main kucing-kucingan dengan para petugas polantas yang setiap harinya berdiri dijalan

Bukanya matre, namun yang ada dalam benak mereka para daeng becak, yang terpenting bagaimana mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dari hasil menggayuh becak.

Tak peduli harus melanggar aturan dan mengakibatkan kemacetan, yang terpenting bagi mereka adalah duit... duit dan duit

Terkadang kita merasa kesal dengan keberadaan becak yang terkadang mengakibatkan kesemrawutan jalan, namun tak bisa dipungkiri terkadang pulah, kita sangat membutuhkan keberadaan mereka.

Yahh... tentunya karena kendaraan yang hanya memiliki roda tiga ini, dapat menghemat pengeluaran kita, dimana menumpangi becak biayanya jauh lebih murah dibanding menumpangi transportasi lain, apalagi kendaraan yang namanya taxi.

Becak dapat berfungsi ganda
Selain dijadikan alat transportasi murah meriah, kendaraan tanpa menggunakan bahan bakar minyak "bensin",juga dapat difungsikan ganda

Karena bentuknya yang sedikit unik, maka becak yang selama ini hanya dijadikan sebagai alat transoportasi murah meriah, kini juga mulai dilirik oleh para elit politik, untuk dijadikan kendaraan saat berkampanye

Pada intinya kedaraan roda tiga ini, bolelah dikategorikan kendaraan serba bisa dengan berbagai fungsi, yang dapat melalui medan apa saja, serta tak kenal dengan kondisi cuaca baik dan buruk, baik hujan deras maupun teriknya panas matahari








Buat tidur, diatas becak juga boleh broo...

Selamat tinggal 2007

Walapun kota ini dibayangi dengan ancaman badai disertai hujan deras yang akan mengguyur kota daeng, namun kuyakin warna warni nyala kembang api dan kerasnya suara tiupan terompet, serta berbagai bebunyian suara petasan, akan mengalahkan segalanya, saat malam pergantian tahun di sepanjang pantai losari

Tak terasa suda kini waktu berganti dan tahunpun jua akan berganti, seiring dengan kota daeng ini terus diguyur hujan, tiupan agin serta gelombang air lautpun mengancam para nelayan pencari ikan dilaut, saat mereka akan menyambut pergantian tahun dari 2007 ke 2008.

Akan-ka pada waktu memasuki pergantian tahun nanti, kota daeng ini kembali diguyur hujan seperti pada tahun-tahun sebelumnya?

Namun kuyakin walaupun kota ini diguyur hujan deras, bahkan hujan badaipun sekalian, tentunya takkan menggoyahkan minat para masyarakatnya untuk menikmati suasana malam pergantian tahun disepanjang bibir pantai losari.

Dimana nantinya mereka akan menikmati malam pergantian tahun dengan berbagai bebunyian suara petasan, dan warna warni nyala kembang api, serta kerasnya tiupan suara terompet yang mereka tiup

Seperti pada tahun - tahun sebelumnya dimana saat pergantian tahun akan tiba, pantai losari yang selama ini dijadikan sebagai ikon masyarakat makassar. Selalu saja ramai dipadati pengunjung yang menikmati malam pergantian tahun.

Walaupun tahun 2007 masih tersisa lima hari lagi, namun terlebih dulu ku-ucapkan selamat tinggal tahun 2007, dan selamat datang tahun 2008. Semoga saja ditahun 2008 ini aku dapat menjalani hidup lebih tenang.

Akupun berharap semoga saja mela petaka dan berbagai bencana yang sering terjadi saat memasuki pergantian tahun, tidak lagi terulang di tahun 2008, dan semoga saja berbagai bencana serta aksi teror bom yang selama ini meresahkan dan membuat sesama umat beragama saling curiga mencurigai tidak lagi membuat kita resah, saat akan menyambut malam pergantian tahun

Selamat menyambut tahun 2008 di kota daeng, semoga saja ketentraman dan kedamaian itu dapat kita rasakan saat detik-detik malam pergantian tahun akan tiba, serta dapat kita rasakan dan nikmati sepanjang tahun 2008 nanti.

Makassar. menanti keajaiban jelang datangnya tahun 2008

Ketenangan dalam sebuah keyakinan

Koleksi enam gambar ini adalah sebuah gambaran expresi kebebasan dalam sebuah karya, serta bentuk perlawanan akan namanya sebuah penindasan yang di expresikan lewat karya lirik lagu, tanpa mengedepankan rasa egoDalam diri setiap manusia ada yang namanya jiwa, dimana manusia biasanya tak dapat meraih ketenagan, jika jiwa manusia tersebut mengalami sebuah problem.

Namun jika jiwa manusia itu selalu disirami dengan sentuhan rohani religi "iman dan taqwa", maka bagai-manapun kuatnya goncangan hidup yang menghantam jiwa tersebut, pastilah selalu diatasi dengan hati yang dingin.

Tetapi jika jiwa manusia lebih mengutamakan yang namanya ego, maka ketenangan itu takkan pernah didapati dalam diri manusia.

Manusia tanpa ego tentunya tidak akan pernah mempunyai ambisi, namun jika ego dalam diri manusia lebih mendominasi di dalam jiwanya, maka tentunya akan membuat diri manusia menjadi serakah bahkan mungkin akan menjadi pemangsa

Maka dari itu untuk meraih sebuah ketenangan jiwa, manusia haruslah belajar mendekatkan diri dengan Tuhanya (sang pencipta), dan menjalankan aturan yang telah ditetapkan sesuai dengan keyakinan ajaran agamanya masing - masing, agar manusia dapat menyeimbangkan rasa ego yang ada di dalam jiwanya

Senin, 24 Desember 2007

Mutiara dan kebaikan manusia

Mutiara tetap saja mutiara yang memancarkan kilauan sinarnya walaupun terpendam didalam lumpur yang dalam sekalipun, demikian pula dengan sejarah perjalanan hidup, sekali manusia berbuat kecurangan maka kebusukan hati manusia itu akan terus dikenang.

Pepatah ini tentunya menggiring manusia untuk selalu berbuat dan ber-perilaku baik dalam menjalani hidup, agar kebaikan kita selalu dikenang sepanjang masa.

Maka dari itu, janganlah pernah ragu berbuat kebaikan karena kebaikan itu mendekati kebenaran. Sementara kebenaran itu adalah diatas segala-galanya