
Mengapakah pergerekan itu salalu saja dibarengi dengan perlawanan, dan perlawanan itu juga slalu saja diidentikan dengan pemberontakan.Bukankah pergerakan dan perlawanan itu, sebagai bentuk nyata atas rasa ketidak puasan yang terjadi dalam suatu sistim.
Jika saja sistim dalam suatu pemerintahan berjalan dengan normal, sesuai dengan keinginan semua elemen masyarakatnya, tentunya tidak akan ada yang namanya pergerakan dan perlawanan dari masyarakat.
Tentunya Oposisi selalu saja ada dalam pemerintahan, jika sistim dalam pemerintahan itu sendiri, tidak berjalan normal. Namun oposisi itu janganlah selalu di identikan dengan pemberontakan, tetapi oposisi itu tentunya adalah sebuah dinamika dalam berpolitik, untuk membangun sebuah negara demokrasi.
Kehadiran seorang BENAZIR BHUTTO, dengan memimpin partai oposisi, tentunya sebagai bentuk sebuah perlawanan, yang dilakukan oleh masyarakat Pakistan.
Tetapi mengapakah perdana menteri MUSYARRAF, selalu saja dibayangi rasa ketakutan atas hadirnya sebuah partai oposisi, yang dipimpin oleh seorang wanita yang dikenal dengan nama besar BENAZIR BHUTTO.
Sangat terlihat jelas jika perdana menteri MUSYARRAF, mengalami ketakutan dengan manuver politik yang terus dilakukan oleh BENAZIR BHUTTO.Sejak BHUTTO kembali menghirup udara segar dari balik bui, dan kembali dalam pentas perebutan kekuasaan sebagai seorang perdana menteri, yang tentunya didukung oleh jutaan masyarakat Islamabad. Musyaraf jadi paranoid
Ketakutan itu akhirnya jadi kenyataan
Jau hari sebelum tragedi terbunuhnya BENAZIR BHUTTO, pemimpin oposisi di Islamabad ini, telah melayangkan surat ke perdana menteri MUSYARRAF, meminta pengamanan atas dirinya diperketat, yang tentunya permintaan itu wajar karena BENAZIR BHUTTO, juga adalah mantan perdana menteri yang wajib dilindungi keselamatanya.
Tetapi permintaan sang BENAZIR BHUTTO, tidaklah direspon oleh sang perdana menteri MUSYARRAF, dimata MUSYARRAF, BENAZIR BHUTTO, adalah sparing politik yang harus disingkirkan dari panggung politik, dan jika saja pemimpin oposisi ini dapat dilenyapkan dari muka bumi, maka tentunya jalan MUSYARRAF, kembali memegang pucuk pimpinan di Islamabad, akan kembali mulus.
Walaupun pemilihan umum di Islamabad, masih menghitung hari namun dengan terbuktinya ketakutan yang dialami oleh BENAZIR BHUTTO, soo.. pasti perdana menteri Islamabad, tidak akan menjauh dari tangan pemimpin militer tulen, siapa lagi kalau bukan MUSYARRAF.
Bukan saja jutaan manusia menangisi kepergianmu, namun dunia-pun ikut bersedih menghantar kepergianmu keliang lahat sang BENAZIR BHUTTO.
Kematian ini tentunya mengakhiri penderiataan dan kesaliman yang selama ini engkau rasakan, dimana dulunya kekuasaan yang engkau pegang, haruslah berakhir dengan sebuah kudeta militer.
Bukan hanya sampai disitu penderiataan yang engkau rasakan, namun setelah itu engkaupun kembali merasakan pahitnya hidup didalam penjara, dan kini dua butir peluru yang bersarang di dada dan lehermu itu, akhirnya mengakhiri semua penderiatan yang selama ini akrab mendampingi perjalanan karirmu

Semoga saja kelak dunia akan kembali menghadirkan seorang BENAZIR BHUTTO, yang mempunyai jiwa kepemimpinan elegan.

Makassar.
Sejarah kembali mencatat: jelang akhir tahun 2007, tepatnya tanggal 27 desember 2007, seorang pemimpin dunia, "BENAZIR BHUTTO" akhirnya mati secara tragis ditangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab alias manusia pengecut


















