Teman-teman malam ini aku dipromosikan menduduki jabatan Litbang. Yah... itulah sebagian tuliasan yang masuk di pesan singkat pada telepon celularku, dan tulisan itu tentunya aku tahu betul dari siapa.
Pada lanjutan ditulisan tersebut, sang pengirim sms kembali menggugah perasaan dalam hati ini dimana tertulis terima kasih atas kerjasama tim yang telah kita bangun selama tiga tahun ini.
Perasaan sedih akan kehilangan seorang pemimpin, yang selama ini telah aku anggap sebagai seorang teman, saudara bahkan lebih, yang selama ini banyak memberikan masukan, pencerahan kalbu, serta banyak lagi pengalaman yang telah engkau berikan kepada kami semua, di kantor biro Metro tv Makassar.
Begitu banyak suka duka yang telah kita lalui, selama engkau menahkodai kantor ini, terkadang kami membuat perasaanmu hancur, namun terkadang pula perlakuanmu membuat kami menjadi kesal, namun semua itu tentunya makin membuat kita semakin dekat layaknya saudara.
Begitu berartinya kehadiranmu dan begitu besar pula arti pengalaman hidup yang telah engkau berikan, walaupun pada akhirnya kita akan berpisah, namun kuyakin perpisahan ini tidak akan membuat kita semakin jauh apalagi engkau akan menjauhi kami semua.
Kabul Indrawan
Masih teringat jelas dalam ingatanku disaat engkau mengingatkan aku akan arti sebuah kesabaran dalam menjalani cobaan hidup, disaat aku tak kuat lagi menghadapi cobaan yang terus menimpaku.
Kala itu engkau mengingatkan aku akan bersabar menghadapi cobaan tuhan, di kala aku berjalan diluar rel yang telah ditetapkan Allah sang pencipta.
Akupun mengingat akan kebaikan dan perlakuan baikmu yang selama ini telah engkau berikan kepada kami semua, kalaupun aku harus menangisi perpisahan itu, bukan berarti diri ini cengeng, namun terus terang hati kecilku berkata begitu berartinya engkau dalam hidup ini, hingga aku harus mengeluarkan air mata saat aku membaca pesan singkat perpisahan itu, dan seandainya diri ini harus memilih.
Yahh.. mungkin akan kukatakan kepada Tuhan. Janganlah ada perpisahan diantara kami, karena engkau sangatlah berarti dalam hidup ini.
Makassar dalam penantian
Terkadang kita baru menyadari betapa pentingnya arti akan kehadiran seseorang, di saat orang tersebut telah pergi meninggalkan kita, dan terkadang pula kerinduan itu datang di saat kita baru mengingat akan kenangan atau masa-masa terindah yang pernah kita lalui bersama orang yang paling dekat dengan kita.
Slamta tinggal sang pemimpin semoga tempat barumu nanti dapat memberikan engkau ketenagan dan kesuksesan dalam meniti karirmu

