Sabtu, 24 November 2007

Ambisi atau Amanah

Selamat cappo" Kini enkau telah memenangkan sebuah pertarungan menuju sebuah kursi kepemimpinan, yang akan memimpin jutaan manusia sulawesi selatan. namun ingat cappo" janganlah pernah menyimpan dendam akan kisah masa lalu dimana engkau pernah merasakan dianiaya, disolimi, dan disakiti. karena itu hanya akan merusak iman dan aqidahmu sebagai seorang pemimpin

lima tahun adalah waktu yang sangat singkat untuk membenahi berbagai persoalan yang ada dan sedang terjadi, dan lima tahun juga bukan lah waktu yang panjang untuk merealisasikan janji janjimu kepada rakyat sul-sel. namun kuyakin jika TUHAN merestui niat tulusmu dalam kepemimpinan, untuk kepentingan rakyat, maka apapun bisa terjadi.

MEMAHAMI ARTI KEPEMIMPINAN
Manusia selalu berharap diri mereka bisa menjadi pemimpin. mereka seringkali tak menyadari bahwa sebenarnya mereka adalah pemimpin bagi diri mereka sendiri.

Umumnya orang melihat dan mengukur pemimpin itu adalah sebuah kedudukan atau sebuah posisi semata. akibatnya banyak orang yang mengejar kepemimpinan dengan menghalalkan segala macam cara dalam mencapai tujuan tersebut.mulai dengan cara membeli kedudukan dengan uang, menjilat, menyikut pesaing atau teman, atau menggunakan cara - cara lain demi mengejar posisi pemimpin.

Namun yakinlah pemimpin dengan hasil dari cara seperti ini akan selalu menggunakan kekuasaanya untuk mengarahkan, memperalat, bahkan menguasai orang lain agar orang lain mengikutinya.

Kategori atau jenis pemimpin seperti ini soo pasti suka menekan, akibatnya hal tersebut melahirkan seorang pemimpin yang tidak dicintai, tidak disegani, tidak ditaati dan bahkan dibenci.

Bukan kah tuhan menciptakan alam ini dengan menerapkan hukum keseimbangan, segala sesuatu diciptakan dengan berpasang - pasangan sesuai dengan neraca keadilan.
dan ingatlah wahai pemimpin, dalam diri manusia ada yang disebut jiwa, dan jiwa selalu membutuhkan keseimbangan atau sistim mekanisme "per" yang apa bila merasa tertekan maka akan mengeluarkan daya lenting atau daya dorong(perlawanan)

Mana kala seorang pemimpin selalu saja menekan rakyatnya, tentu saja rakyatnya akan menyatukan energi dalam membentuk perjuangan, perlawanan, atau revolusi. untuk
menumbangkan pemimpinya.

Dari tahun ketahun perjalanan waktu selalu saja tercatan dalam sejarah, tentu kita masih ingat sejarah besar tumbangnya HITLER, MUSSOLINI, dan KAISAR HIROHITO. yang mencoba menggunakan sistim menekan dan menjajah dunia. namun mereka kemudian hancur akibat daya perlawanan yang begitu dasyat yang harus dihadapinya oleh jutaan manusia, akibat dari tekanan yang mereka buat sendiri.

Sejarah suram kepemimpinan Hitler, Mussolini, Kaisar Hirohito, hanyalah contoh akan hukum ketetapan Tuhan akan yang namanya keseimbangan alam semesta. yang mana disebut oleh para ilmuwan dengan hukum ilmu fisika dan ilmu sosial, dengan prinsip yang sama, yaitu hukum aksi min reaksi(pahala dan dosa).dimana nantinya jika gaya pemimpin yang terpilih dalam pilkada gubernur sulawesi selatan. melanggar garis demokrasi atau hukum yang telah ditetapkan ALLAH(sunatullah),maka hanyalah akan menumbuhsuburkan perlakuan dan bentuk bentuk anarkisme serta keganasan manusia, dimana nantinya perlakuan rakyatnya tidak jauh beda dengan perlakuan hewan. yang setiap saat selalu saja siap menerkam pemimpinya

lupakanlah eforia kemenangan itu cappo" kini saatnyalah enkau menjalankan amanah tongkat kepemimpinan itu dengan sebuah ketulusan, dan ingatlah perbuatan yang baik dapat mengaharumkan nama sang pemimpin, dan akan selalu menjadi pedoman bagi generasi yang akan datang

Selasa, 20 November 2007

Mencari ketenangan hidup disisi sang pencipta

Di era modernitas ini sungguh keyakinan agama semakin dikaburkan oleh nilai nilai kehidupan hedonis manusia.

Ketika ALLAH menciptakan manusia, maka dia mengistimewakan manusia dari sekian banyak mahluk ciptaan-Nya.

Adapun keistimewaan yang dimaksud itu ialah RATIO/PIKIRAN yang tentunya sebagai alat fasilitas manusia dalam menjalani proses kehidupan sebagai mana ditentukan ALLAH menurut ukuran atau kemampuan setiap manusia.

Hak istimewa (pikiran) yang diberikan-Nya kepada manusia agar manusia dapat membedakan yang mana sesungguhnya kehendak ALLAH dan mana kehendak syaitan (baik dan buruk)

Saat agama sebagai sebuah keyakinan yang dipercaya oleh manusia, tidak lagi menggambarkan sebagai sesuatu kebenaran rasional.

Maka keyakinan manusia dalam menjalankan agama islam yang benar dapat memberikan solusi spiritualitas atas kegundahan manusia dalam mencari ketenangan hidup baik lahir maupun batin

Makassar 20 november 07
mencari ketenangan jiwa dalam kegundahan menjalani sebuah proses hidup menuju kehidupan yang lebih hakiki