Kamis, 11 Oktober 2007

Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara ceritanya mudah berubah
kisah mahabrata atau tragedi dari yunani
Setiap kita butuh satu peranan yang harus kita mainkan.

Bait – bait dalam lagu ini tentunya menceritakan kepada kita bahwa perjalanan hidup kita di dunia ini tidak lebih dari sebuah sandiwara. Dimana manusia dalam melakoni hidupnya terkadang harus bersandiwara

Yah begitulah kenyataan yang dilakukukan sebagian manusia dalam menjalankan hidup atau untuk tetap bertahan hidup, melakoni hudup dengan penuh sandiwara tentunya juga akan menjebak kita ke sebuah kekonyolan. namun terkadang pulah situasi dan kondisi-lah yang mengharuskan kita untuk bersandiwara

Sepertihalnya yang dilakukan para manusia – manusia yang menyandang gelar bunglon, selalu cari perhatian dan jilat sana sini. bahkan untuk meraih sesuatu, apapun akan dia lakukan demi kepentingan dirinya semata.

Walaupun binatang yang namanya bunglon itu disenangi karena punya daya tarik dari bentuknya yang unik, serta karakter warnaya yang dapat berubah - rubah, namun tentunya kita tidak menyenangi manusia - manusia yang mempunyai sifat seperti bunglon. selain menyebalkan, manusia yang mempunyai sifat bunglon, juga dapat mengorbankan siapa saja untuk menggapai tujuanya.

Orang – orang yang mempunyai sifat mirip bunglon, sering kujumpai dalam keseharianku, walapun menyebalkan namun aku tak pernah mau ambil pusing tentang mereka, yah... biarlah waktu yang akan merubah mereka, aku menganggap mereka lagi melakoni sebuah sandiwara hidup.

Akankah manusia selalu saja bersandiwara dalam melakoni hidup ini?. kuberharap semoga saja dunia ini bukan lah sebuah panggung yang dipenuhi para aktor - aktor pembual, yang dapat mengakibatkan kesengsaraan bagi kelangsungan hidup kita semua.

Makassar, 11 Oktober 07

Selasa, 09 Oktober 2007

Kapitalis

Dalam hidup ini setiap manusia pastilah sangat membutuhkan yang namanya uang, bagaimana kita mendapatkan uang itu? Yah, tentulah kita harus giat bekerja dan diiringi dengan doa.

Namun terkadang kita harus menerima kenyataan pahit manakala tempat kita menggantungkan hidup, tidaklah menjalankan kewajibanya sebagai perusahaan yang seharusnya memperhatikan tingkat kesejahteraan karyawanya. Seperti halnya memberikan jaminan askes, gaji sesuai upah minimum provinsi dan nasional, tunjangan – tunjangan lainya dan masih banyak lagi kewajiban perusahaan terhadap pekerjanya.

Permasalahan antara perusahaan dengan pekerja (sengketa perburuhan) terus saja berkelangsungan di negara yang kita cintai ini yaitu NKRI. Permasalahan yang selalu saja terulang dari tahun ke tahun, yang berkaitan PHK sepihak. Pemotongan gaji, dan masih banyak lagi contoh kasus yang sering kita tonton di berita tv, maupun kita baca di media cetak,
Tak jarang terjadi sengketa antara perusahaan dengan pekerjanya, berakhir dengan tindakan anarkis yang dilakukan para pekerja terhadap aset perusahaan.
Tindakan anarkis karyawan yang sering terjadi tentunya dipicu rasa ketidak puasan atas kebijakan perusahaan dan tidak adilnya palu hukum, dimana pengadilan kita terkadang lebih memihak dan menguntungkan kaum kapitalis dibading buruh.
Padahal tidak jarang para pekerja rela menghabiskan waktu, dan mengucurkan keringat, serta mempertahankan idealismenya sebagi seorang buruh tangguh, dalam menjalankan kewajibanya sebagai pekerja, dengan satu tujuan yaitu membesarkan dan menjaga nama baik perusahaan dimana tempat mereka menggantungkan harapan demi kelangsugan hidup.
Akankan kita bekerja secara professional, jika perusahaan tempat kita mengantungkan harapan dan hidup, mengabaikan kewajibanya?
Ataukah mungkin para pengusaha di negeri ini, telah menjadikan negara yang kita cintai ini menjadi sebuah negara kapitalis, yang hanya memikirkan keuntungan besar perusahaan dengan mengabaikan rasa kebersamaan.

MAKASSAR, 11 OKTOBER 07

Minggu, 07 Oktober 2007

Ketegasan Sikap

Diri kita terkadang dihadapkan dengan sesuatu yang namanya pilihan, dan alangkah delematisnya kita jika pilihan tersebut hanya mengenal dua kata yaitu iya atau tidak.

Begitupun halnya dalam sebuah kompotisi pastilah kita akan dihadapkan dengan pilihan menang atau dikalahkan lawan, sekalipun lawan yang kita hadapi teman, sahabat atau saudara sekalipun.

Namun yang terberat dalam hidup ini jika kita dihadapkan dengan yang namanya pilihan ditinggal atau meninggalkan sesuatu yang paling kita sukai dan kita sayangi.

Seperti halnya bait – bait lagu yang dilantunkan penyanyi legendaries kita Iwan Fals.
dalam lirik lagunya, aku lelaki tak mungkin menerimamu bila ternyata kau mendua membuatku terluka.

Makna dalam lagu ini tentunya mengajak kita untuk bersikap tegas dalam mengambil sebuah keputusan, walaupun pada akhirnya keputusan itu harus mengorbankan perasaan, tetapi demi sebuah tujuan yaitu ketegasan diri dalam bersikap

2007 MAKASSAR OKTOBER O7

Alkohol

Kusadarai semenjak ditinggal sesorang yang paling kusayangi, diri ini kembali larut dengan dunia semu dan berteman dengan sesuatu benda cair yang namanya alkohol,

Harapanku semoga saja dengan mengkonsumsi alkohol, semua kesumpekan dalam benakku ini dapat lenyap, tetapi ternyata bukanya kedamaian yang kudapatkan dari minuman yang membuatku mabuk, namaun diriku semakin menjauh dari jati diriku yang sebenarnya

Akankah diriku terus larut dengan dunia ketidak pastian dengan mengkomsumsi alkohol?
Hati kecilku berkata tinggalkanlah dunia semu itu, namun terkadang kebimbangan dalam diriku datang, disaat aku akan beranjak meninggalkan dunia tersebut.

Kuberserah kepadamu ya…allah semoga saja engkau tidak akan membiarkan hambamu ini terus menjalani dunia semu itu

Satu kata yang perlu kutanamkan didalam diriku ini yaitu selamat tinggal alkohol

Makassar oktober 07