
BENAZIR BHUTTO.Ketakutan akan terulangnya sejarah kisa tragis yang menimpa ayahmu, kini akhirnya terulang dan menimpah dirimu.
Kursi kepemimpinan perdana menteri islamabad yang saat ini sedang diperebutkan dan kelak akan engkau gengam, akhirnya pudar dari mimpi jutaan rakyat pakistan yang sedang menanti sosok pemimpin sejati.
Dua butir peluruh yang mengarah kedada dan lehermu, akhirnya menghantarkanmu keliang lahat, dan juga meng akhiri pentas panggung politik yang telah lama engkau rintis.
Siapakah orang yang tega mengakhiri hidupmu?
Dinegara manapun didunia ini yang namanya militer, tentunya sangatlah sulit untuk dikalahkan apa lagi yang namanya ditumbangkan, dan jika kita telisik lebih dalam tentang tragedi pembunuhan yang menimpamu BENAZIR BHUTTO.
Maka patutlah orang curiga jika dibalik tragedi terbunuhnya engkau BENAZIR BHUTTO, pelakukanya adalah, suruhan orang yang berkuasa, yang saat ini menjadi lawan politik terberat yang engkau hadapi dalam pemilihan perdana menteri, dan dia tentunya adalah militer tulen yang saat ini sedang berkuasa
Wajarlah jika kami semua pesimis kasus tragedi pembunuhan ini kelak akan terungkap, jikapun nantinya pemerintahan MUSYARRAF, dapat mengungkap kasus ini.
Apakah pelakunya betul-betul murni adalah pelaku sebenarnya, atauka hanya mengorbankan kambing hitam "kamuflase", seperti pada pernyataan MUSYARRAF, lewat media yang menuding pelakunya adalah teroris dari jaringan alkaeda
Apakah alkaeda bermain di balik tragedi ini?
Aku tidak yankin jika alkaeda ikut serta bermain dalam politik pemerintahan di islamabad, bukanka semua pemimpin dunia tahu jika selama ini BENAZIR BHUTTO, dikenal sangat dekat dengan para pemimpin negara-negara islam didunia
BENAZIR BHUTTO. Walaupun kini engkau telah meninggalkan jutaan masyarakat islamabad, namun kuyakin jutaan rakyatmu, masih tetap mengenang dan mengharumkan namamu sebagai seorang pemimpin sejati.


Walaupun kini engkau telah tiada, namun sejarah dunia telah mencatat, salah satu negara yang namanya islamabad, penah mempunyai pemimpin "perdana menteri" wanita yang berjiwa Revolusioner dan elegan.
MAKASSAR. Dua butir peluru menghantarkan sang pemimpin keliang lahat
Aku semakin menyadari ternyata lirik lagu yang dilantunkan oleh Iwan falas, semakin mendekati kebenaran dimana sebagian bait lagunya bercerita, apakah selamanya politik itu kejam.
Yahh.. itulah politik, terkadang kita tidak tahu yang mana teman dan yang mana lawan, jangankan menyengsarakan lawan, membunupun terkadang harus dilakukan dalam dunia politik.
Maka dari itu jangan pernah mau berpolitik, jika diri kita tidak siap menghadapi segala resiko yang akan kita hadapi nantinya dalam pentas politik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar