Selasa, 18 Desember 2007

jurnalis vs wartawan di korupsi PDAM

Kasus korupsi PDAM.
Sebagian besar wartawan dikota makassar tentunya merinding mendengar kasus tersebut, karena kasus korupsi ini(korupsi berjamaah), diduga juga ikut melibatkan sebagian besar wartawan media lokal dan nasional yang bertugas dikota makassar. yang katanya berdasarkan data temuan dari KPK. dan saat ini lagi ditindak lanjuti oleh kejati sul-sel.

AJI.
Akupun sempat kaget saat mendengar berita jika kasus korupsi di tempat mengalirnya air bersih atau PDAM itu, ternyata juga melibatkan anggota atau pengurus asosiasi jurnalis independen "katanya"

Betulkah sebelas orang wartawan itu ikut terlibat korupsi berjamaah bersama dengan oknum pejabat?

Betulkah mereka yang terlibat itu adalah anggota atau pengurus AJI?

Bukankah selama ini organisasi yang menaungi sebagian kecil wartawan di indonesia yang mengklaim dirinya adalah oraganisasi wartawan independen (AJI). yang paling getol meneriakan wartawan jangan terima amplop

Namun jika betul mereka ikut terlibat memakan uang korupsi di PDAM kota makassar, itu berarti slogan wartawan anti amplop, tak berlaku dan baiknya diganti saja dengan wartawan dilarang terimah amplop, kecuali isinya atau melalui rekening saja. bukan begitu kawan?

Salah seorang rekan saya yaitu upi asmarahdana, sempat teriak bahkan melakukan aksi tunggal, pada tanggal 15 desember 2007 lalu. aksi "one man show" ini, terlihat tanpa didukung oleh rekan-rekan mereka sesama anggota AJI, namun upi. seolah tidak mau tahu apakah aksinya itu didukung atau tidak.

Jika saya amati pesan dalam aksi upi ini, hanya ingin menyampaikan ke pablik, bahwa aksinya itu murni untuk kelangsungan AJI yang akan datang dimana anggota dan pengurus AJI, haruslah berkomitmen bersih dan membersihkan diri dari kong kalikong dengan pejabat pemerintahan alis dilarang terimah amplop. yah... begitulah mungkin makna dari aksi tersebut

Saya tidak mendukung siapa dan siapa, karena saya sendiri bukanlah anggota AJI. namun mereka semua adalah teman baik, termasuk upi dan mereka kesebelas orang yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi di (PDAM) Kota Makassar.

Akupun tidak mau tahu tentang siapa yang benar diantara mereka, namun aku hanyalah bertanya didalam hati ini, sebegitu bobroknya-kah mental sebagian kecil jurnalis di kota makassar ini?.

Jika saja kasus PDAM itu benar melibatkan para wartawan apalagi anggota dan pengurus AJI kota makassar, maka itu sama saja dengan kata pepatah maling teriak maling. karena selama ini AJI dikenal paling getol meneriakkan wartawan jangan terimah amplop

Jurnalis kelabu dilangit makassar
tulisan ini bukan untuk menyinggung siapa-siapa, apalagi organisasi. namun tulisan ini hanyalah ungkapan hati atas terjadinya perseteruan antara sesama wartawan.

Sekedar mengingatkan kawan, janganlah pernah merasa bersih dari siapapun, jika kita sendiri tidaklah suci dimata tuhan

Jika perseteruan ini tidaklah murni untuk kepentingan organisasi, atau hanya dilandasi kepentingan atau rasa dendam pribadi semata, maka kusarankan akhirilah perseteruan itu kawan.

Namun jika benar perjuanganmu itu untuk sebuah kebenaran dan kepentingan orang banyak, maka lanjutkan perjuanganmu itu, karena kebenaran itu hanyalah dapat diraih dengan sebuah perjuangan bro...

Tidak ada komentar: