Selasa, 02 Oktober 2007

KURSI

Kursi benda mati yang tak bisa lepas dari aktifitas manusia. Sebuah kursi yang kadang sudah usang dan lapuk sekalipun, terkadang masih dibutuhkan orang. Demikian halnya harga satu buah kursi. Yah, terkadang murah, namun kerap juga harganya sangat mahal.

Begitu berartinya kursi bagi manusia, membuat sebagian orang rela mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan kursi. Bahkan kursi juga bisa membuat orang lupa diri, seraka, serta rela menggunakan cara – cara curang, hanya untuk mendapatkan yang namanya kursi.

Jika para elit kita sering bertengkar hanya karena memperebutan kursi, lain halnya dengan masyarakat kalangan bawah, mereka juga terkadang bersaing untuk menduduki kursi, tetapi untuk mendapatkan sebuah kursi kaum marginal lebih menggunakan cara - cara sportif.

hal ini dapat kita lihat dalam permainan kartu domino, dimana pemain yang ingin menduduki kursi, terlebih dulu bersaing memenangkan permainan kartu, tanpa menggunakan cara - cara curang. yang tentunya dengan berbesar hati menerima kekalahan walaupun kenyataanya harus berdiri, dan memberikan kesempatan duduk bagi yang menang.

Ya, semoga saja para elit politik kita dapat belajar banyak dari para pemain kartu domino, yang lebih mengutamakan kebersamaan dari pada ambisi kemenagan, serta mau menerima kekalahan dengan lapang dada.

Akankah para elit kita yang akan bertarung dalam pilkada Sulawesi Selatan, pada tanggal 5 november 2007 mendatang, akan mengorbankan mesyarakat yang mereka klaim sebagai massa pendukung setia, untuk berbuat hal tidak terpuji hanya karena gagal mendapatkan kursi.

Semoga saja kursi empuk yang di perebutkan ke tiga elit sul-sel, tidak akan menjadi kursi panas yang setiap saat dapat berubah menjadi kursi tragedi berdarah.

Makassar, jelang Pilgub Sulsel 2007

Tidak ada komentar: