Senin, 15 Oktober 2007

kesedihan dihari kemenangan

Hari kemenangan itulah hakiki dari merayakan lebaran idul fitri, dimana ummat muslim kembali kefitranya, dengan melaksanakan perintah allah yaitu berpuasa selama sebulan penuh, dengan menahan lapar, hawa nafsu serta membenahi diri dari segala kekurangan, yang tentunya menuntut kita untuk lebih bertaqwa kepada allah.

Entah mengapa dihari kemanangan ini kesedihan tiba - tiba datang, bersamaan hadirnya bayang - bayang seseorang yang pernah mendampingi perjalanan hidupku, serta teringatnya aku akan kenangan perjalanan indah yang pernah kujalani bersamanya
Kucoba untuk larut dengan canda tawa temanku-temanku, dengan harapan semoga saja kesedihan itu dapat hilang, namun bayangan dan kenangan masalalu itu takunjung jua pergi, entah mengapa kesedihan dalam hati ini, memaksa mataku meneteskan butiran air yang mengaliri pipiku. canda tawa dan suka duka yang telah kulalui bersama wanita yang telah pergi meninggalkanku, terus saja merasuki fikiranku.
Dipagi hari saat matahari muli menampak-kan bentuknya di bumi ini, seiring dengan mengumandangnya suara tagbir Allahu akbar… Allahu akbar…Allahu akbar…dari corong – corong masjid didekat rumahku, bertanda tibanya hari kemenangan bagi ummat muslim.
Aku mencoba bergegas dari tempat tidur berjalan menuju ke kamar mandi, namun kembali bayang – bayang masalalu itu hadir di fikiranku, dan membuat perasaan ini kembali larut dalam kesedihan
kucoba menghilangkan kesedihan itu dengan berserah diri ke maha pencipta, sampai akhirnya diriku menyadari akan yang namanya sebuah takdir. Kusadari bahwa sesuatu yang telah pergi meninggalkan kita untuk selama - lamanya, tentunya tak akan mungkin kembali lagi.
Yah... mungkin inilah sebuah konsekuensi hidup yang harus aku terimah, dimana manusia terkadang baru menyadari akan pentingnya kehadiran sesorang yang paling kita sayangi dan cintai, mana kala orang tersebut telah pergi meninggalkan kita
Walaupun pahit namun itulah kenyataan yang harus kujalani, aku berharap semoga saja rahasia tuhan dari kejadian pahit yang terjadi pada diriku, adalah sebuah rahasia yang akan terwujud dengan sebuah keindahan.
Seperti dalam firman Allah. Tidak ada satupun yang kekal dan abadi di dunia ini, kecuali perbuatan amal ibadah kita kepada allah sang pencipta langit dan bumi.
Semoga saja dengan kumandan takbir allahu akbar….allahu akbar…allahu akbar Yang bergemah di hari yang fitri ini, bertanda tibanya hari kemenangan itu. dapat membuat diriku dan kita semua lebih bertaqwa, dan tidak lebih mengutamakan kepentingan dunia serta lebih mencintai sesuatu melebihi cinta kita kepada allah subhana wataala

Makassar 14 oktober 07

Tidak ada komentar: