Oh... tuhan Kata yang sempat terucap dari bibir ini, disaat sepeda motor yang-ku kendarai melintas di jalan somba opu makassar.Rasa sedih bercampur haru disertai belas kasihan timbul dalam diri ini, saat aku melihat seorang lelaki duduk di trotoar emperan toko, dengan raut muka lesuh.
Spontanitas aku mengerem sepeda motor, kuraih dompet yang berada di saku celana, kemudian tangan ini memberikan uang ke lelaki tadi. setelah mengambil uang pemberianku, sang lelaki lalu tersenyum dan mengucapkan rasa terima kasih.
Sambil mengendarai sepeda motor, aku berfikir inikah yang dikatakan sebuah keadilan, yang selama ini selalu kudengar dari mulut para politikus – politikus pembual.
Jika benar keadilan dan rasa kebersamaan itu ada, mengapa lelaki yang memiliki tubuh jauh dari kesempurnaan, masih tetap saja duduk di atas trotoar di malam hari, dengan tidak menghiraukan dinginya angin malam yang mengerogoti tubuh kusamnya, hanya karena satu tujuan, yaitu untuk mendapatkan uang dari rasa belas kasihan orang yang melintas di jalan tersebut.
Aku kembali teringat akan janji – janji dan bualan para elit politik, mana kala mereka mencoba menarik simpati dan membutuhkan dukungan suara dari masyarakat akar rumput. Puisi – puisi indah yang sering mereka nyanyikan ke masyarakat, yah… tentunya kata – kata khiasan yang tidak berubah dari waktu ke waktu, yang bunyinya jika nantinya saya terpilih. Maka saya akan tingkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak ada lagi yang namanya pengangguran, pendidikan dan berobat digeratiskan serta banyak lagi janji – janji bualan yang terlontar dari mulut para pembual.
Namun ternyata setelah tujuan para pembual itu terwujud, janji – janji yang dulunya terlontar dan tak jarang dibarengi dengan sumpah, terlupakan begitu saja, bahkan tak jarang pulah kecongkakanlah yang mereka perlihatkan, ataukah mungkin kebohongan, kecongkakan dan keserakahan telah menjadi tradisi manusia di zaman yang dikatakan reformasi ini.
Ataukah manusia sekarang telah mengabaikan akan kodratnya sebagai hamba Allah dan telah berani membohongi tuhanya sekalipun hanya untuk meraih sebuah tujuan. Oh... pengemis!Yakinlah akan keadilan tuhan, jika selama ini kehidupan dan profesi kalian yang sering dijadikan jualan serta dikorbankan untuk kepentingan politik, maka akan tiba saatnya politik itu akan berada di genggaman kalian.
Hidup ini tidak lebih dari sebuah perputaran roda, seperti pula halnya dengan langkah kaki yang selalu bergantian, maka janganlah pernah pesimis menjalani hidup karena perubahan itu akan selalu ada dan kemenangan itu pasti.
MAKASSAR 16 OKTOBER 07
Tidak ada komentar:
Posting Komentar