Selasa, 09 Oktober 2007

Kapitalis

Dalam hidup ini setiap manusia pastilah sangat membutuhkan yang namanya uang, bagaimana kita mendapatkan uang itu? Yah, tentulah kita harus giat bekerja dan diiringi dengan doa.

Namun terkadang kita harus menerima kenyataan pahit manakala tempat kita menggantungkan hidup, tidaklah menjalankan kewajibanya sebagai perusahaan yang seharusnya memperhatikan tingkat kesejahteraan karyawanya. Seperti halnya memberikan jaminan askes, gaji sesuai upah minimum provinsi dan nasional, tunjangan – tunjangan lainya dan masih banyak lagi kewajiban perusahaan terhadap pekerjanya.

Permasalahan antara perusahaan dengan pekerja (sengketa perburuhan) terus saja berkelangsungan di negara yang kita cintai ini yaitu NKRI. Permasalahan yang selalu saja terulang dari tahun ke tahun, yang berkaitan PHK sepihak. Pemotongan gaji, dan masih banyak lagi contoh kasus yang sering kita tonton di berita tv, maupun kita baca di media cetak,
Tak jarang terjadi sengketa antara perusahaan dengan pekerjanya, berakhir dengan tindakan anarkis yang dilakukan para pekerja terhadap aset perusahaan.
Tindakan anarkis karyawan yang sering terjadi tentunya dipicu rasa ketidak puasan atas kebijakan perusahaan dan tidak adilnya palu hukum, dimana pengadilan kita terkadang lebih memihak dan menguntungkan kaum kapitalis dibading buruh.
Padahal tidak jarang para pekerja rela menghabiskan waktu, dan mengucurkan keringat, serta mempertahankan idealismenya sebagi seorang buruh tangguh, dalam menjalankan kewajibanya sebagai pekerja, dengan satu tujuan yaitu membesarkan dan menjaga nama baik perusahaan dimana tempat mereka menggantungkan harapan demi kelangsugan hidup.
Akankan kita bekerja secara professional, jika perusahaan tempat kita mengantungkan harapan dan hidup, mengabaikan kewajibanya?
Ataukah mungkin para pengusaha di negeri ini, telah menjadikan negara yang kita cintai ini menjadi sebuah negara kapitalis, yang hanya memikirkan keuntungan besar perusahaan dengan mengabaikan rasa kebersamaan.

MAKASSAR, 11 OKTOBER 07

Tidak ada komentar: