Sabtu, 29 Desember 2007

Ketakutan itu akhirnya nyata

Mengapakah pergerekan itu salalu saja dibarengi dengan perlawanan, dan perlawanan itu juga slalu saja diidentikan dengan pemberontakan.

Bukankah pergerakan dan perlawanan itu, sebagai bentuk nyata atas rasa ketidak puasan yang terjadi dalam suatu sistim.

Jika saja sistim dalam suatu pemerintahan berjalan dengan normal, sesuai dengan keinginan semua elemen masyarakatnya, tentunya tidak akan ada yang namanya pergerakan dan perlawanan dari masyarakat.

Tentunya Oposisi selalu saja ada dalam pemerintahan, jika sistim dalam pemerintahan itu sendiri, tidak berjalan normal. Namun oposisi itu janganlah selalu di identikan dengan pemberontakan, tetapi oposisi itu tentunya adalah sebuah dinamika dalam berpolitik, untuk membangun sebuah negara demokrasi.

Kehadiran seorang BENAZIR BHUTTO, dengan memimpin partai oposisi, tentunya sebagai bentuk sebuah perlawanan, yang dilakukan oleh masyarakat Pakistan.

Tetapi mengapakah perdana menteri MUSYARRAF, selalu saja dibayangi rasa ketakutan atas hadirnya sebuah partai oposisi, yang dipimpin oleh seorang wanita yang dikenal dengan nama besar BENAZIR BHUTTO.

Sangat terlihat jelas jika perdana menteri MUSYARRAF, mengalami ketakutan dengan manuver politik yang terus dilakukan oleh BENAZIR BHUTTO.

Sejak BHUTTO kembali menghirup udara segar dari balik bui, dan kembali dalam pentas perebutan kekuasaan sebagai seorang perdana menteri, yang tentunya didukung oleh jutaan masyarakat Islamabad. Musyaraf jadi paranoid

Ketakutan itu akhirnya jadi kenyataan
Jau hari sebelum tragedi terbunuhnya BENAZIR BHUTTO, pemimpin oposisi di Islamabad ini, telah melayangkan surat ke perdana menteri MUSYARRAF, meminta pengamanan atas dirinya diperketat, yang tentunya permintaan itu wajar karena BENAZIR BHUTTO, juga adalah mantan perdana menteri yang wajib dilindungi keselamatanya.

Tetapi permintaan sang BENAZIR BHUTTO, tidaklah direspon oleh sang perdana menteri MUSYARRAF, dimata MUSYARRAF, BENAZIR BHUTTO, adalah sparing politik yang harus disingkirkan dari panggung politik, dan jika saja pemimpin oposisi ini dapat dilenyapkan dari muka bumi, maka tentunya jalan MUSYARRAF, kembali memegang pucuk pimpinan di Islamabad, akan kembali mulus.

Walaupun pemilihan umum di Islamabad, masih menghitung hari namun dengan terbuktinya ketakutan yang dialami oleh BENAZIR BHUTTO, soo.. pasti perdana menteri Islamabad, tidak akan menjauh dari tangan pemimpin militer tulen, siapa lagi kalau bukan MUSYARRAF.

Bukan saja jutaan manusia menangisi kepergianmu, namun dunia-pun ikut bersedih menghantar kepergianmu keliang lahat sang BENAZIR BHUTTO.

Kematian ini tentunya mengakhiri penderiataan dan kesaliman yang selama ini engkau rasakan, dimana dulunya kekuasaan yang engkau pegang, haruslah berakhir dengan sebuah kudeta militer.

Bukan hanya sampai disitu penderiataan yang engkau rasakan, namun setelah itu engkaupun kembali merasakan pahitnya hidup didalam penjara, dan kini dua butir peluru yang bersarang di dada dan lehermu itu, akhirnya mengakhiri semua penderiatan yang selama ini akrab mendampingi perjalanan karirmu


Semoga saja kelak dunia akan kembali menghadirkan seorang BENAZIR BHUTTO, yang mempunyai jiwa kepemimpinan elegan.



Makassar.
Sejarah kembali mencatat: jelang akhir tahun 2007, tepatnya tanggal 27 desember 2007, seorang pemimpin dunia, "BENAZIR BHUTTO" akhirnya mati secara tragis ditangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab alias manusia pengecut

Kamis, 27 Desember 2007

Peluru akhiri karir dan hidupmu sang pemimpin

BENAZIR BHUTTO.
Ketakutan akan terulangnya sejarah kisa tragis yang menimpa ayahmu, kini akhirnya terulang dan menimpah dirimu.

Kursi kepemimpinan perdana menteri islamabad yang saat ini sedang diperebutkan dan kelak akan engkau gengam, akhirnya pudar dari mimpi jutaan rakyat pakistan yang sedang menanti sosok pemimpin sejati.

Dua butir peluruh yang mengarah kedada dan lehermu, akhirnya menghantarkanmu keliang lahat, dan juga meng akhiri pentas panggung politik yang telah lama engkau rintis.

Siapakah orang yang tega mengakhiri hidupmu?
Dinegara manapun didunia ini yang namanya militer, tentunya sangatlah sulit untuk dikalahkan apa lagi yang namanya ditumbangkan, dan jika kita telisik lebih dalam tentang tragedi pembunuhan yang menimpamu BENAZIR BHUTTO.

Maka patutlah orang curiga jika dibalik tragedi terbunuhnya engkau BENAZIR BHUTTO, pelakukanya adalah, suruhan orang yang berkuasa, yang saat ini menjadi lawan politik terberat yang engkau hadapi dalam pemilihan perdana menteri, dan dia tentunya adalah militer tulen yang saat ini sedang berkuasa

Wajarlah jika kami semua pesimis kasus tragedi pembunuhan ini kelak akan terungkap, jikapun nantinya pemerintahan MUSYARRAF, dapat mengungkap kasus ini.

Apakah pelakunya betul-betul murni adalah pelaku sebenarnya, atauka hanya mengorbankan kambing hitam "kamuflase", seperti pada pernyataan MUSYARRAF, lewat media yang menuding pelakunya adalah teroris dari jaringan alkaeda

Apakah alkaeda bermain di balik tragedi ini?
Aku tidak yankin jika alkaeda ikut serta bermain dalam politik pemerintahan di islamabad, bukanka semua pemimpin dunia tahu jika selama ini BENAZIR BHUTTO, dikenal sangat dekat dengan para pemimpin negara-negara islam didunia


BENAZIR BHUTTO.
Walaupun kini engkau telah meninggalkan jutaan masyarakat islamabad, namun kuyakin jutaan rakyatmu, masih tetap mengenang dan mengharumkan namamu sebagai seorang pemimpin sejati.
Walaupun kini engkau telah tiada, namun sejarah dunia telah mencatat, salah satu negara yang namanya islamabad, penah mempunyai pemimpin "perdana menteri" wanita yang berjiwa Revolusioner dan elegan.

MAKASSAR. Dua butir peluru menghantarkan sang pemimpin keliang lahat
Aku semakin menyadari ternyata lirik lagu yang dilantunkan oleh Iwan falas, semakin mendekati kebenaran dimana sebagian bait lagunya bercerita, apakah selamanya politik itu kejam.

Yahh.. itulah politik, terkadang kita tidak tahu yang mana teman dan yang mana lawan, jangankan menyengsarakan lawan, membunupun terkadang harus dilakukan dalam dunia politik.

Maka dari itu jangan pernah mau berpolitik, jika diri kita tidak siap menghadapi segala resiko yang akan kita hadapi nantinya dalam pentas politik.

Rabu, 26 Desember 2007

Kepemimpinan yang tertunda

Bersabar mungkin itulah kata yang pantas untukmu cappo", yakinlah jika kemenangan secara legitimasi yang engkau dapatkan dari panitia penyelenggara pilkada "komisi pemilihan umum" saat ini hanya tertunda dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Bukanka KPU Provinsi Sulawesi selatan, telah melayangkan gugatan peninjauan kembali (PK) tentang keputusan MAHKAMA AGUNG yang menunda kemenanganmu itu.

Semua pendukungmu tahu jika kesalaiman itu kini telah engkau rasakan dan alami, berdasarkan dari keputusan MA yang mengusulkan dilakukanya kembali pemilihan ulang di empat kabupaten.

Akankah dengan cara-cara pengerahan massa, melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran dapat meraih simpati masyarakat sulawesi selatan?, yang sebagian besar telah memilihmu pada pilkada lalu.

Dan bukankah pengerahan massa secara besar-besaran, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat serta mahasiswa diberbagai kampus, dapat memancing terjadinya tidakan anarkis, serta mengundang para provokator untuk menyusupi pergerakanmu itu cappo"

Kepulan asap tebal dari terbakarnya ban bekas dijalan-jalan, serta kemacetan arus laulintas yang diakibatkan aksi para pendukungmu, dapat membuat masyarakat tidak lagi simpati terhadap pergerakanmu itu

Bersabar tentunya adalah sebuah pergerakan yang lebih baik dibanding mengerahkan massa dijalan-jalan, dan bersabar juga tentunya adalah cermin dari jiwa besar seorang pemimpin.

Yakinlah cappo" jika keputusan mahkama agung itu tidak akan menghalangimu menjadi seorang pemimpin, namun keputusan itu hanyalah sebuah batu sandungan bagimu menuju ke kursi kepemimpinan.

Akupun sangat yakin jika keputusan mahkama agung itu, hanyalah sebuah jalan yang mengajarkanmu berfikir lebih bijak dalam mengambil sebuah keputusan dan tindakan, sepertihalnya mengajarkanmu dalam sebuah proses kedewasaan, dimana nantinya engkau menjadi seorang pemimpin untuk masyarakat sulawesi selatan.




SULSEL. Menanti seorang pemimpin berjiwa elegan".
Pemimpin elegan adala pemimpin yang selalu bertindak bijak untuk kepentingan rakyatnya, namun pemimpin yang arogan akan selalu memperlihatkan kekuatanya untuk sebuah ambisi

Selasa, 25 Desember 2007

Becak tak peduli aturan dan mahalnya BBM

Mahalnya harga BBM,yang akhir-akhir ini sering terjadi di negara yang kita cintai ini, tentunya tidak mempengaruhi kendaraan roda tiga alias becak

Antrian panjang yang sering terjadi di tempat-tempat pengisian BBM "pompa bensin" tentunya juga tidaklah membuat mereka si daeng becak ambil pusing.

Mereka juga terkadan cuek dengan cacian pengendara lain, saat mereka mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas dijalan raya

Tak peduli dengan aturan rambu-rambu lalulintas, bahkan tanda larangan melintaspun terkadang mereka embat

Bagi mereka para daeng becak, larangan itu dibuat oleh manusia, dan rambu-rambu itu dibuat tentunya untuk dilanggar.

Melanggar rambu lalulintas, itu adalah hal yang biasa bagi para daeng becak, walaupun mereka harus main kucing-kucingan dengan para petugas polantas yang setiap harinya berdiri dijalan

Bukanya matre, namun yang ada dalam benak mereka para daeng becak, yang terpenting bagaimana mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dari hasil menggayuh becak.

Tak peduli harus melanggar aturan dan mengakibatkan kemacetan, yang terpenting bagi mereka adalah duit... duit dan duit

Terkadang kita merasa kesal dengan keberadaan becak yang terkadang mengakibatkan kesemrawutan jalan, namun tak bisa dipungkiri terkadang pulah, kita sangat membutuhkan keberadaan mereka.

Yahh... tentunya karena kendaraan yang hanya memiliki roda tiga ini, dapat menghemat pengeluaran kita, dimana menumpangi becak biayanya jauh lebih murah dibanding menumpangi transportasi lain, apalagi kendaraan yang namanya taxi.

Becak dapat berfungsi ganda
Selain dijadikan alat transportasi murah meriah, kendaraan tanpa menggunakan bahan bakar minyak "bensin",juga dapat difungsikan ganda

Karena bentuknya yang sedikit unik, maka becak yang selama ini hanya dijadikan sebagai alat transoportasi murah meriah, kini juga mulai dilirik oleh para elit politik, untuk dijadikan kendaraan saat berkampanye

Pada intinya kedaraan roda tiga ini, bolelah dikategorikan kendaraan serba bisa dengan berbagai fungsi, yang dapat melalui medan apa saja, serta tak kenal dengan kondisi cuaca baik dan buruk, baik hujan deras maupun teriknya panas matahari








Buat tidur, diatas becak juga boleh broo...

Selamat tinggal 2007

Walapun kota ini dibayangi dengan ancaman badai disertai hujan deras yang akan mengguyur kota daeng, namun kuyakin warna warni nyala kembang api dan kerasnya suara tiupan terompet, serta berbagai bebunyian suara petasan, akan mengalahkan segalanya, saat malam pergantian tahun di sepanjang pantai losari

Tak terasa suda kini waktu berganti dan tahunpun jua akan berganti, seiring dengan kota daeng ini terus diguyur hujan, tiupan agin serta gelombang air lautpun mengancam para nelayan pencari ikan dilaut, saat mereka akan menyambut pergantian tahun dari 2007 ke 2008.

Akan-ka pada waktu memasuki pergantian tahun nanti, kota daeng ini kembali diguyur hujan seperti pada tahun-tahun sebelumnya?

Namun kuyakin walaupun kota ini diguyur hujan deras, bahkan hujan badaipun sekalian, tentunya takkan menggoyahkan minat para masyarakatnya untuk menikmati suasana malam pergantian tahun disepanjang bibir pantai losari.

Dimana nantinya mereka akan menikmati malam pergantian tahun dengan berbagai bebunyian suara petasan, dan warna warni nyala kembang api, serta kerasnya tiupan suara terompet yang mereka tiup

Seperti pada tahun - tahun sebelumnya dimana saat pergantian tahun akan tiba, pantai losari yang selama ini dijadikan sebagai ikon masyarakat makassar. Selalu saja ramai dipadati pengunjung yang menikmati malam pergantian tahun.

Walaupun tahun 2007 masih tersisa lima hari lagi, namun terlebih dulu ku-ucapkan selamat tinggal tahun 2007, dan selamat datang tahun 2008. Semoga saja ditahun 2008 ini aku dapat menjalani hidup lebih tenang.

Akupun berharap semoga saja mela petaka dan berbagai bencana yang sering terjadi saat memasuki pergantian tahun, tidak lagi terulang di tahun 2008, dan semoga saja berbagai bencana serta aksi teror bom yang selama ini meresahkan dan membuat sesama umat beragama saling curiga mencurigai tidak lagi membuat kita resah, saat akan menyambut malam pergantian tahun

Selamat menyambut tahun 2008 di kota daeng, semoga saja ketentraman dan kedamaian itu dapat kita rasakan saat detik-detik malam pergantian tahun akan tiba, serta dapat kita rasakan dan nikmati sepanjang tahun 2008 nanti.

Makassar. menanti keajaiban jelang datangnya tahun 2008

Ketenangan dalam sebuah keyakinan

Koleksi enam gambar ini adalah sebuah gambaran expresi kebebasan dalam sebuah karya, serta bentuk perlawanan akan namanya sebuah penindasan yang di expresikan lewat karya lirik lagu, tanpa mengedepankan rasa egoDalam diri setiap manusia ada yang namanya jiwa, dimana manusia biasanya tak dapat meraih ketenagan, jika jiwa manusia tersebut mengalami sebuah problem.

Namun jika jiwa manusia itu selalu disirami dengan sentuhan rohani religi "iman dan taqwa", maka bagai-manapun kuatnya goncangan hidup yang menghantam jiwa tersebut, pastilah selalu diatasi dengan hati yang dingin.

Tetapi jika jiwa manusia lebih mengutamakan yang namanya ego, maka ketenangan itu takkan pernah didapati dalam diri manusia.

Manusia tanpa ego tentunya tidak akan pernah mempunyai ambisi, namun jika ego dalam diri manusia lebih mendominasi di dalam jiwanya, maka tentunya akan membuat diri manusia menjadi serakah bahkan mungkin akan menjadi pemangsa

Maka dari itu untuk meraih sebuah ketenangan jiwa, manusia haruslah belajar mendekatkan diri dengan Tuhanya (sang pencipta), dan menjalankan aturan yang telah ditetapkan sesuai dengan keyakinan ajaran agamanya masing - masing, agar manusia dapat menyeimbangkan rasa ego yang ada di dalam jiwanya

Senin, 24 Desember 2007

Mutiara dan kebaikan manusia

Mutiara tetap saja mutiara yang memancarkan kilauan sinarnya walaupun terpendam didalam lumpur yang dalam sekalipun, demikian pula dengan sejarah perjalanan hidup, sekali manusia berbuat kecurangan maka kebusukan hati manusia itu akan terus dikenang.

Pepatah ini tentunya menggiring manusia untuk selalu berbuat dan ber-perilaku baik dalam menjalani hidup, agar kebaikan kita selalu dikenang sepanjang masa.

Maka dari itu, janganlah pernah ragu berbuat kebaikan karena kebaikan itu mendekati kebenaran. Sementara kebenaran itu adalah diatas segala-galanya

Jumat, 21 Desember 2007

Selamat tinggal biro Makassar

Teman-teman malam ini aku dipromosikan menduduki jabatan Litbang.
Yah... itulah sebagian tuliasan yang masuk di pesan singkat pada telepon celularku, dan tulisan itu tentunya aku tahu betul dari siapa.

Pada lanjutan ditulisan tersebut, sang pengirim sms kembali menggugah perasaan dalam hati ini dimana tertulis terima kasih atas kerjasama tim yang telah kita bangun selama tiga tahun ini.

Perasaan sedih akan kehilangan seorang pemimpin, yang selama ini telah aku anggap sebagai seorang teman, saudara bahkan lebih, yang selama ini banyak memberikan masukan, pencerahan kalbu, serta banyak lagi pengalaman yang telah engkau berikan kepada kami semua, di kantor biro Metro tv Makassar.

Begitu banyak suka duka yang telah kita lalui, selama engkau menahkodai kantor ini, terkadang kami membuat perasaanmu hancur, namun terkadang pula perlakuanmu membuat kami menjadi kesal, namun semua itu tentunya makin membuat kita semakin dekat layaknya saudara.

Begitu berartinya kehadiranmu dan begitu besar pula arti pengalaman hidup yang telah engkau berikan, walaupun pada akhirnya kita akan berpisah, namun kuyakin perpisahan ini tidak akan membuat kita semakin jauh apalagi engkau akan menjauhi kami semua.

Kabul Indrawan
Masih teringat jelas dalam ingatanku disaat engkau mengingatkan aku akan arti sebuah kesabaran dalam menjalani cobaan hidup, disaat aku tak kuat lagi menghadapi cobaan yang terus menimpaku.

Kala itu engkau mengingatkan aku akan bersabar menghadapi cobaan tuhan, di kala aku berjalan diluar rel yang telah ditetapkan Allah sang pencipta.

Akupun mengingat akan kebaikan dan perlakuan baikmu yang selama ini telah engkau berikan kepada kami semua, kalaupun aku harus menangisi perpisahan itu, bukan berarti diri ini cengeng, namun terus terang hati kecilku berkata begitu berartinya engkau dalam hidup ini, hingga aku harus mengeluarkan air mata saat aku membaca pesan singkat perpisahan itu, dan seandainya diri ini harus memilih.

Yahh.. mungkin akan kukatakan kepada Tuhan. Janganlah ada perpisahan diantara kami, karena engkau sangatlah berarti dalam hidup ini.

Makassar dalam penantian
Terkadang kita baru menyadari betapa pentingnya arti akan kehadiran seseorang, di saat orang tersebut telah pergi meninggalkan kita, dan terkadang pula kerinduan itu datang di saat kita baru mengingat akan kenangan atau masa-masa terindah yang pernah kita lalui bersama orang yang paling dekat dengan kita.

Slamta tinggal sang pemimpin semoga tempat barumu nanti dapat memberikan engkau ketenagan dan kesuksesan dalam meniti karirmu

Selasa, 18 Desember 2007

jurnalis vs wartawan di korupsi PDAM

Kasus korupsi PDAM.
Sebagian besar wartawan dikota makassar tentunya merinding mendengar kasus tersebut, karena kasus korupsi ini(korupsi berjamaah), diduga juga ikut melibatkan sebagian besar wartawan media lokal dan nasional yang bertugas dikota makassar. yang katanya berdasarkan data temuan dari KPK. dan saat ini lagi ditindak lanjuti oleh kejati sul-sel.

AJI.
Akupun sempat kaget saat mendengar berita jika kasus korupsi di tempat mengalirnya air bersih atau PDAM itu, ternyata juga melibatkan anggota atau pengurus asosiasi jurnalis independen "katanya"

Betulkah sebelas orang wartawan itu ikut terlibat korupsi berjamaah bersama dengan oknum pejabat?

Betulkah mereka yang terlibat itu adalah anggota atau pengurus AJI?

Bukankah selama ini organisasi yang menaungi sebagian kecil wartawan di indonesia yang mengklaim dirinya adalah oraganisasi wartawan independen (AJI). yang paling getol meneriakan wartawan jangan terima amplop

Namun jika betul mereka ikut terlibat memakan uang korupsi di PDAM kota makassar, itu berarti slogan wartawan anti amplop, tak berlaku dan baiknya diganti saja dengan wartawan dilarang terimah amplop, kecuali isinya atau melalui rekening saja. bukan begitu kawan?

Salah seorang rekan saya yaitu upi asmarahdana, sempat teriak bahkan melakukan aksi tunggal, pada tanggal 15 desember 2007 lalu. aksi "one man show" ini, terlihat tanpa didukung oleh rekan-rekan mereka sesama anggota AJI, namun upi. seolah tidak mau tahu apakah aksinya itu didukung atau tidak.

Jika saya amati pesan dalam aksi upi ini, hanya ingin menyampaikan ke pablik, bahwa aksinya itu murni untuk kelangsungan AJI yang akan datang dimana anggota dan pengurus AJI, haruslah berkomitmen bersih dan membersihkan diri dari kong kalikong dengan pejabat pemerintahan alis dilarang terimah amplop. yah... begitulah mungkin makna dari aksi tersebut

Saya tidak mendukung siapa dan siapa, karena saya sendiri bukanlah anggota AJI. namun mereka semua adalah teman baik, termasuk upi dan mereka kesebelas orang yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi di (PDAM) Kota Makassar.

Akupun tidak mau tahu tentang siapa yang benar diantara mereka, namun aku hanyalah bertanya didalam hati ini, sebegitu bobroknya-kah mental sebagian kecil jurnalis di kota makassar ini?.

Jika saja kasus PDAM itu benar melibatkan para wartawan apalagi anggota dan pengurus AJI kota makassar, maka itu sama saja dengan kata pepatah maling teriak maling. karena selama ini AJI dikenal paling getol meneriakkan wartawan jangan terimah amplop

Jurnalis kelabu dilangit makassar
tulisan ini bukan untuk menyinggung siapa-siapa, apalagi organisasi. namun tulisan ini hanyalah ungkapan hati atas terjadinya perseteruan antara sesama wartawan.

Sekedar mengingatkan kawan, janganlah pernah merasa bersih dari siapapun, jika kita sendiri tidaklah suci dimata tuhan

Jika perseteruan ini tidaklah murni untuk kepentingan organisasi, atau hanya dilandasi kepentingan atau rasa dendam pribadi semata, maka kusarankan akhirilah perseteruan itu kawan.

Namun jika benar perjuanganmu itu untuk sebuah kebenaran dan kepentingan orang banyak, maka lanjutkan perjuanganmu itu, karena kebenaran itu hanyalah dapat diraih dengan sebuah perjuangan bro...

Menghargai alam dari suatu perkampungan dipegunungan

Desa bungllo. salah satu perkampungan yang letaknya berada diatas pegunungan di kecamatan bastem. kabupaten luwu. sulawesi selatan.

Untuk mencapai desa tersebut kita harus menelusuri medan yang sangat berat, dengan melewati jurang yang sangat terjal yang intinya desa tersebut sangatlah jauh dari yang namanya peradaban.

Namun Keramahan penduduk desa serta ketenagan kampung ini, tentunya membuat aku dan beberapa orang teman sesama jurnalis lokal maupun nasional yang datang mengunjungi kampung ini, menjadi kagum.

Penduduk yang bermukim di perkampungan ini jumlahnya-pun tidaklah banyak, namun mereka sangatlah mengutamakan tata krama dalam menyambut setiap orang yang datang berkunjung kekampung ini.

Dikampung inilah aku dan teman - temanku melihat para siswa siswi sekolah dasar yang berada di perkampungan ini. pergi bersekolah tanpa menggunakan alas kaki. namun itu bukanlah menjadi soal bagi mereka yang penting mereka dapat belajar

Dikampung ini pulahlah kumenyaksikan pemandangan yang begitu indah serta sejuknya udara pegunungan tanpa polusi dan jauh dari kebisingan kota.

Yang kami jumpai di perkampungan ini hanyalah suara kicauan burung serta berbagai bebunyian yang kami dengar dari balik rindangnya dedaunan pepohonan.

Aku suatu siang aku bersama rekan rekan sesama jurnalis dan pengurus elsim kota makassar. mencoba bercengkerama dengan penduduk kampung dimana mereka terlihat senang saat diabadikan dengan kamera poket.

Begitupun dengan para siswa sekolah dasar. mereka terlihat senang saat aku dan beberap orang rekanku mencoba bergabung, alis sok akrab dengan mereka sambil bermain bola dihalaman gedung sekolah, yang masih berdinding kayu serta berlantaikan tanah, dimana meja dan korsinya terlihat berantakan.

Keceriaan para siswa siswi sekolah dasar bongllo, sangat terlihat dari raut wajah mereka saat kami mengabadikan lewat kamera dan mereka seolah berkata fotoka lagi.

Walaupun sebagian dari murid itu ada yang masih mengeluarkan ingus dan raut muka awut-awutan layaknya anak kampung, namun mereka seolah tidak mau tahu tentang itu. bagi mereka gaya bukanlah hal yang terpenting, seperti halnya anak-anak yang berada di perkotaan yang lebih mengutamakan gaya dibanding otak

Kembali akau teringat akan masa kecilku dimana akupun pernah merasakan hidup ditengah perkampungan yang dikatakan oleh orang modern, kampung jauh dari peradaban. namun itulah realita yang mereka jalani, seperti halnya saat aku kecil dulunya juga aku jalani

Aku sempat merasakan perkataan hati kecil dari sebagian anak-anak itu, yang tentunya mereka juga ingin seperti kami-kami yang datang dari perkotaan dengan sok modern. namun tentunya kami bukanlah bagian orang modern yang seperti mereka pikirkan

Kami mendatangi perkampungan mereka tentunya mempunyai misi yang nantinya mengajarkan mereka untuk menghargai yang namanya hutan, menghindari ilegal loging, serta menolak yang namanya pertambangan yang rencananya akan berdiri di desa mereka.

Dimana nantinya jika pertambangan emas itu akan terwujud, maka tentunya mereka jualah yang menjadi korban dari pengerusakan hutan, dan tidak menutup kemungkinan nantinya desa mereka akan hilang tergusur oleh para perusahaan pertambangan. hanya untuk kepentingan sebagian orang atau pejabat saja

Bastem akan selalu kukenang dalam perjalanan jurnalisku
janganlah pernah mau merusak alam, karena alam ini diciptakan untuk menjaga keseimabangan serta membuatmu selalu mengerti akan kebesaran sang pencipta

NYODOK OLAH RAGA DAN HOBY

Billyard.
permainan yang dulunya aku sangat tidak senagi ini, kini akhirnya menarik sebagian waktuku. dalam beberapa bulan terakhir ini aku sangat sering menghabiskan sebagian waktuku bermain billyard atau nyodok

Mengapa aku suka nyodok?
suatu saat teman mengajaku untuk bermain billyard. akupun mencoba ikut bersama teman dan pada akhirnya aku mulai tertarik dengan permainan tersebut, selain mengajarkan aku untuk teliti dalam hal berhitung persegi guna memasukan bola kedalam enam lubang.

Dipermainan billyar tersebut juga kudapatkan naluri bagai mana caranya memasukan bola dengan cantik kedalam lubang dengan memantulkan bola, selain itu selalu saja egoku muncul untuk mengalahkan teman bermain. sebagai kepuasan tersendiri yang aku dapatkan.

Diarena billyard juga aku bisa menemukan sesuatu yang takmungkin aku dapatkan di dunia lain atau pada olahraga lain.

Bagiku bermain billyard itu adalah olah raga sekalian hoby yang mungkin saat ini dapat memberikan aku kepuasan dalam hatiku, maka itulah alasan kenapa aku kini menyukai permainan tersebut

Walaupun aku belum begitu pandai bermain billyard, namun diri ini mencoba untuk terus belajar dan belajar agar kelak akau dapat mengalahkan semua lawan-lawanku dimeja billyard.

Namun aku nga mau meja billyard kujadikan sebagai tempat untuk berjudi, karena aku paling pantangan yang namanya berjudi. ok bro......

Makassar. nyodok berakhir anarkis
terkadang sesuatu yang kita sukai itu belum tentu disukai oleh orang lain, namun janganlah pernah mencelah sesuatu yang disenangi orang. karena belum tentu benar bagi kita namun juga betul bagi orang, belajarlah untuk saling mengerti dan menghargai sesuatu yang berbeda(perbedaan itu indah jika kita mau melihat dari sisi positifnya)

Jumat, 14 Desember 2007

Jurnalis saksi sejarah

Menenteng kamera dengan berbagai suka duka tlah aku jalani selama diriku menekuni profesi sebagai jurnalis, telah banyak suda peristiwa yang telah aku abadikan. aksi unjuk rasa para mahasiswa dan elemen lainya, berbagai persoalan sosial yang terjadi dimasyarakat, peristiwa bencana diberbagai daerah, serta masih banyak lagi peristiwa lainya.

Tak kusadari ternyata profesiku ini menggiringku ke bagian dari saksi sejarah perjalanan dan perubahan yang selama ini terjadi. yah itulah profesi jurnalis yang aku lakoni sekarang.

Perasaan bangga terkadang terbersit dihatiku manakala aku mendapatkan kemudahan dalam segala hal, namun terkadang pulah keluhan muncul dari dalam diri ini tat kala profesiku ini memaksaku untuk bekerja tanpa kenal lelah.

namun aku sadari yah inilah suka duka yang harus kulalui dalam menjalankan tugas sebagai seorang jurnalis

Makassar dalam kejenuhan
Janganlah pernah menganggap pekerjaan itu sebagai beban, namun anggap-lah dia sebagai hoby. agar kita terhindar dari kejenuhan dalam menjalankan suatu pekerjaan atau profesi kita

Senin, 10 Desember 2007

Ambe" dan si api biru

Berjalan dalam kegelapan menelusuri terjalanya medan serta sunyinya hutan belantara yang ku lalui bersama teman-teman sesama jurnalis yang bertugas dikota palopo.

Desa bongllo yang letaknya berada di kecamatan bastem kabupaten luwu. sulawesi selatan. bereda di ketinggian sekitar 2000 kaki dari atas permukaan laut di kota palopo. aku bersama teman-temanku mencoba menembus kegelapan malam,dengan menggunakan sepeda motor.

Tanpa menegnal rasa takut, kami ber-empat berjalan dikegelapan malam. sekitar dua jam kemudian atau sekitar jam dua belas dini hari akhirnya, kamipun tiba di suatu perkampungan yang berada di tengah hutan belantara diatas pegunungan.

suara gonggongan anjing dan suara berbagai macam binatang yang muncul dari balik pepohonan, seolah menyambut kedatangan kami di perkampungan tersebut.

Kami pun mencoba teriak mengguanakan bahasa kampung dengan menyebut nama ambe" panggilan bagi orang tua di kampung ini. berselang berapa lama kemudian terdengar sahutan balasan dari dalam rumah panggung yang terlihat gelap, sang lelekai setengah baya keluar sambil membawa senter dan mendatangi kami. kami pun bertanya kepada lelaki tersebut dan dengan ramahnya sang lelaki mengantarkan kami ke rumah yang kami maksud.

"alkohol menjadi penghangat dinginya malam"
Dinginya udara pegunungan dimalam hari, membuat kami setengah menggigil dan harus menyalakan perapian, untuk menghangatkan tubuh kami yang tidak terbiasa dengan udara dingin.

namun panasnya perapian yang kami buat tak dapat jua menghangatkan tubuh kami dan akhirnya aku mengambil tiga botol minuman sejenis vodka berkadar alkohol 40%. dari dalam tas yang telah kusiapkan bersama teman-temanku dari kota palopo.

lelaki setengah baya yang mengantar kami kerumah ini, masih menemani kami. sambil bercerita dengan sedikit menggunakan bahasa indonesia bercampur bahasa kampung, kami pun menawarkan minuman ini, ke sang lelaki tersebut.

dengan malu-malu ambe" menerima tawaran yang kami berikan, dengan wajah sedikit berkerut ambe tetap saja meminum hingga saatnya ambe-pun berkata, bukan inikah yang dibilang supertus ana"?
salah seorang diantara kami mengatakan bukan ambe". dengan sedikit rasa penasaran sang ambe mencoba menumpahkan sedikit minuman tersebut ketanah, lalu dinyalakannya korek gas dan membakar tanah yang telah dia sirami dengan minuman tersebut. hasilnyapun diluar dugaan sang ambe" tanah yang telah disiraminya itu tiba-tiba menyala dan api-nyapun berwarnah biru.

setelah melihat kejadian itu, sang lelaki setengah baya lalu berkata tae"dukamo aku ana" lalu gelas ditanganya diletakan langgsung ditana, kemudian sang ambe" meninggalkan kami.

Dengan tertawa terbahak-bahak kamipun berempat menghabiskan minuman berkadar alkohol 40% itu, hingga akhirnya dinginya udara pegunungan tak lagi kami rasakan.

Bersamaan munculnya matahari pagi, kami terbangun dari tidur, cerita tentang sang lelaki tua alias ambe dan siapi biru, menjadi bahan tertawaan kami hingga akhirnya kami meninggalkan kampung yang penuh dengan ketenangan serta kedamaiaan

bastem si api biru ambe"
keluguan itu terkadang dapat membuat kita atau orang lain tertawa terbahak-bahak, namun tidak semua keluguan itu dapat ditertawakan. karena keluguan itu adalah hal yang alami
tulisan perjalanan jurnalist seri 1

Kamis, 29 November 2007

Negeri terjajah

Enampuluh tahun lebih negara ini memproklamirkan kemerdekaanya yang konon katanya jika sebuah negara merdeka berarti rakyatnya telah bebas dari bentuk penjajahan termasuk penjajahan fisik.
Sejak tanggal 17 agustus 1945, bertepatan dengan 17 ramadhan, repoblik ini bagaikan manusia yang baru dilahirkan dimuka bumi ini, mengghirup udara kebebasan.

Benarkah negara ini suda merdeka dalam arti sebenarnya?
Namun nyatanya masih banyak diantara kita yang tak menikmati kemerdekaan itu. tentunya para pendiri dan pejuang yang rela mati demi meraih kemerdekaan dan terbebasnya negara ini dari penjajahan, berharap generasi pengganti mereka atau generasi penerus yang melanjutkan perjuangan, lebih baik.

betapa kecewa dan terkoyaknya batin mereka jika melihat realita yang terjadi. ternyata generasi pelanjut atau generasi sekarang tak mampu berbuat banyak untuk membangun negeri ini.

Disadari atau tidak disadari negra ini masih dalam penjajahan disegala bidang baik, bidang politik, ekonomi, budaya maupun moral generasi muda.

Narkoba adalah bentuk penjajahan
sejak beberapa tahun terakhir moral sebagian besar generasi muda kita semakin mengalami kemerosotan, tanpa mereka sadari dengan meraih sebuah kebebasan dengan jalan mengkonsumsi narkoba. membuat mereka tak bisa berbuat banyak untuk kemajuan negeri ini, bahkan mereka semakin menuju kesebuah ambang kehancuran.

jika kita telisik lebih dalam peredaran narkoba dinegara ini, tentunya tak lepas dari peranan warga negara asing. yang tentunya mempunyai misi melakukan penghancuran atau sebuah penjajahan dengan memberikan kenikmatan semu buat generasi muda kita(penjajahan modern),dimana nantinya generasi muda kita menjadi pemalas dan tak lagi mengedepankan etika dan budaya

hakiki kemerdekaan
arti sebenarnya kemerdekaan itu janganlah selalu diidentikan dengan secarik kertas "teks proklamasi'.
Kemerdekaan yang sebenarnya juga janganlah hanya sebuah perayaan yang kita gelar setiap tahun.
Namun seharusnya-lah kita buktikan kemerdekaan itu dengan sebuah perbuatan dan karya demi kemajuan serta kebesaran negeri ini.

jika soekarno dulunya berani menyatakan "GO TO HELL" kepada semua pihak yang mencoba mengangkangi negeri ini.
Mengapakah pemerintah dan generasi muda kita sekarang, tidak berusaha bersikap dan menyatakan: lawan dan gantung semua penjajah. termasuk para koruptor, perampas hak cipta dan para bandar serta pengedar narkoba.

Agar negeri ini terbebas dari para penjajah, yang selama ini membuat negara kita menjadi negara terbelakang, dibanding dengan negara lain yang ada di planet bumi ini.

makassar. eto jii... juga narkoba tolooo
jangan-lah pernah merasa bangga memiliki atau meraih sesuatau yang kamu sendiri tidak pahami, namun belajarlah memahami akan arti sebuah perjalanan

Sabtu, 24 November 2007

Ambisi atau Amanah

Selamat cappo" Kini enkau telah memenangkan sebuah pertarungan menuju sebuah kursi kepemimpinan, yang akan memimpin jutaan manusia sulawesi selatan. namun ingat cappo" janganlah pernah menyimpan dendam akan kisah masa lalu dimana engkau pernah merasakan dianiaya, disolimi, dan disakiti. karena itu hanya akan merusak iman dan aqidahmu sebagai seorang pemimpin

lima tahun adalah waktu yang sangat singkat untuk membenahi berbagai persoalan yang ada dan sedang terjadi, dan lima tahun juga bukan lah waktu yang panjang untuk merealisasikan janji janjimu kepada rakyat sul-sel. namun kuyakin jika TUHAN merestui niat tulusmu dalam kepemimpinan, untuk kepentingan rakyat, maka apapun bisa terjadi.

MEMAHAMI ARTI KEPEMIMPINAN
Manusia selalu berharap diri mereka bisa menjadi pemimpin. mereka seringkali tak menyadari bahwa sebenarnya mereka adalah pemimpin bagi diri mereka sendiri.

Umumnya orang melihat dan mengukur pemimpin itu adalah sebuah kedudukan atau sebuah posisi semata. akibatnya banyak orang yang mengejar kepemimpinan dengan menghalalkan segala macam cara dalam mencapai tujuan tersebut.mulai dengan cara membeli kedudukan dengan uang, menjilat, menyikut pesaing atau teman, atau menggunakan cara - cara lain demi mengejar posisi pemimpin.

Namun yakinlah pemimpin dengan hasil dari cara seperti ini akan selalu menggunakan kekuasaanya untuk mengarahkan, memperalat, bahkan menguasai orang lain agar orang lain mengikutinya.

Kategori atau jenis pemimpin seperti ini soo pasti suka menekan, akibatnya hal tersebut melahirkan seorang pemimpin yang tidak dicintai, tidak disegani, tidak ditaati dan bahkan dibenci.

Bukan kah tuhan menciptakan alam ini dengan menerapkan hukum keseimbangan, segala sesuatu diciptakan dengan berpasang - pasangan sesuai dengan neraca keadilan.
dan ingatlah wahai pemimpin, dalam diri manusia ada yang disebut jiwa, dan jiwa selalu membutuhkan keseimbangan atau sistim mekanisme "per" yang apa bila merasa tertekan maka akan mengeluarkan daya lenting atau daya dorong(perlawanan)

Mana kala seorang pemimpin selalu saja menekan rakyatnya, tentu saja rakyatnya akan menyatukan energi dalam membentuk perjuangan, perlawanan, atau revolusi. untuk
menumbangkan pemimpinya.

Dari tahun ketahun perjalanan waktu selalu saja tercatan dalam sejarah, tentu kita masih ingat sejarah besar tumbangnya HITLER, MUSSOLINI, dan KAISAR HIROHITO. yang mencoba menggunakan sistim menekan dan menjajah dunia. namun mereka kemudian hancur akibat daya perlawanan yang begitu dasyat yang harus dihadapinya oleh jutaan manusia, akibat dari tekanan yang mereka buat sendiri.

Sejarah suram kepemimpinan Hitler, Mussolini, Kaisar Hirohito, hanyalah contoh akan hukum ketetapan Tuhan akan yang namanya keseimbangan alam semesta. yang mana disebut oleh para ilmuwan dengan hukum ilmu fisika dan ilmu sosial, dengan prinsip yang sama, yaitu hukum aksi min reaksi(pahala dan dosa).dimana nantinya jika gaya pemimpin yang terpilih dalam pilkada gubernur sulawesi selatan. melanggar garis demokrasi atau hukum yang telah ditetapkan ALLAH(sunatullah),maka hanyalah akan menumbuhsuburkan perlakuan dan bentuk bentuk anarkisme serta keganasan manusia, dimana nantinya perlakuan rakyatnya tidak jauh beda dengan perlakuan hewan. yang setiap saat selalu saja siap menerkam pemimpinya

lupakanlah eforia kemenangan itu cappo" kini saatnyalah enkau menjalankan amanah tongkat kepemimpinan itu dengan sebuah ketulusan, dan ingatlah perbuatan yang baik dapat mengaharumkan nama sang pemimpin, dan akan selalu menjadi pedoman bagi generasi yang akan datang

Selasa, 20 November 2007

Mencari ketenangan hidup disisi sang pencipta

Di era modernitas ini sungguh keyakinan agama semakin dikaburkan oleh nilai nilai kehidupan hedonis manusia.

Ketika ALLAH menciptakan manusia, maka dia mengistimewakan manusia dari sekian banyak mahluk ciptaan-Nya.

Adapun keistimewaan yang dimaksud itu ialah RATIO/PIKIRAN yang tentunya sebagai alat fasilitas manusia dalam menjalani proses kehidupan sebagai mana ditentukan ALLAH menurut ukuran atau kemampuan setiap manusia.

Hak istimewa (pikiran) yang diberikan-Nya kepada manusia agar manusia dapat membedakan yang mana sesungguhnya kehendak ALLAH dan mana kehendak syaitan (baik dan buruk)

Saat agama sebagai sebuah keyakinan yang dipercaya oleh manusia, tidak lagi menggambarkan sebagai sesuatu kebenaran rasional.

Maka keyakinan manusia dalam menjalankan agama islam yang benar dapat memberikan solusi spiritualitas atas kegundahan manusia dalam mencari ketenangan hidup baik lahir maupun batin

Makassar 20 november 07
mencari ketenangan jiwa dalam kegundahan menjalani sebuah proses hidup menuju kehidupan yang lebih hakiki

Sabtu, 03 November 2007

Jangan bingungkan aku

Entah mengapa perasaan ini kembali berada dalam kebimbangan, kucoba untuk renungi sesuatu yang saat ini kualami.

Pikiranku terus saja dihantuai amarah bercampur rasa takut akan sesuatu yang tak pernah kupikirkan sebelumnya, namun kini tiba - tiba datang mengusik perasaan serta memaksaku untuk terus berfikir.

Kuakui betapa beratnya persoalan yang menimpaku saat ini, kucoba untuk teriak sekeras kerasnya dengan harapan perasaan ini dapat legah setelah berteriak, namun tetap saja didalam jiwa ini berkecamuk perasaan galau yang membuat diri ini semakin berada dalam keraguan menjalani hidup

Mengapa harapan akan kebahagiaan yang sempat kugengam, tiba – tiba pergi menjauhi diri ini, hanya karena mengharapkan sebuah keterbukaan dan kejujuran?.

Ataukah mungkin diri ini terlalu berharap akan wujud sebuah keterbukaan dan kejujuran yang terkadang disepelehkan oleh sebagian manusia

jika keterbukaan dan kejujuran itu adalah dosa yang menggiring kita kedalam sebuah kenistaan, maka diri ini relah bergelut dengan kenistaan itu, karena aku adalah salah satu dari segelintir orang yang menganut paham keterbukaan dan kejujuran

Tuhan
Begitu banyak cabaan dan ujian yang harus kujalani dalam mengarungi kehidupan ini, berilah aku kekuatan dalam menjalani kebingungan yang saat ini kualami tuhan.

Makassar 03 november 07. walaupun sulit namun ku coba untuk menjalani sebuah keputusan

Selasa, 30 Oktober 2007

Selamat jalan pejuang Tidore

Hari demi hari telah kita lewati demikian juga dengan pergantian waktu telah kita lalui, bahkan tak terasa hampir tiga tahun kebersamaan itu kita bina.
Jika awalnya pertemanan kita tidak lebih dari sebuah pertemanan biasa selayaknya teman kantor, namun disadari atau tidak pertemana biasa – biasa itu telah berubah menjadi pertemanan dengan dilandasi ikatan emosional layaknya saudara

Kuakui selama ini aku menaruh sebuah rasa hormat dan kagum dengan loyalitas kerja yang kau perlihatkan, tanpa mengenal lelah, tak pernah terlontar keluhan bahkan rela tidur dikursi dan lantai walaupun nyanyian dan gigitan nyamuk menggangu tidurmu, namun engkau tetap saja memperlihatkan loyalitas terhadap perusahaan metro tv, yang telah banyak memberikan kita pengalaman kerja dan hidup

Kusadari dirimu telah banyak memberiku pengalam akan pentingnya sebuah loyalitas, terkadang aku bertingkah konyol dalam keseharian yang telah kita laului bersama teman – teman di kantor ini, yang mungkin saja membuat dirimu kesal, namun ada juga prilaku dan sikap yang kuperlihatkan kepadamu, yang tentunya membuat dirimu kagum akan sahabatmu yang bernama Uceng husain.

Aku teringat saat diriku mengalami keterpurukan hidup dengan goncangan jiwa, saat detik – detik terakhir alamarhuma istriku akan meninggalkan diriku untuk selama – lamanya.

Engkaulah sobat salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi saksi dalam kejadian itu, dan kuhargai niat tulusmu sobat dalam memberikan aku semangat untuk kembali bangkit dalam keterpurukanku menjalani hidup ini.

Begitu banyak suka duka yang telah kita lalui bersama dari tragedy banjir Lumpur sinjai, tragedy misteri hilangnya pesawat adam air, dan bayak lagi suka duka lainya, yang sulit ku tulis satu persatu

***Budi zulkifli***
(Lelaki tangguh dan petarung sejati dari bumi kerajaan Tidore")
Kutahu jika dalam beberapa hari ini engkau sulit mengambil sebuah keputusan
Kutahu engaku sangat sulit beranjak meninggalkan kantor biro metro tv makassar. Kutahu kebimbangan itu disebabkan telah terjadinya keakraban antara engkau dan tim biro yang konyol tetapi kompak

Kutahu jika berat langkahmu itu, dikarenakan perusahaan ini telah banyak memberimu pengalaman dalam menjalankan tugas sebagai jurnalisme profesional.
walaupun sangat berat untuk melepas kebersamaan kita dalam keseharian menjalankan tugas jurnalis dikantor biro metro tv makassar.
Namun hati kecilku berkata kudukung dan salut dengan sebuah keputusan dan ketegasan sikap yang engkau putuskan

Sobat... terhitung sejak tanggal 30 oktober 2007, akhirnya engkau beranjak jua meninggalkan kami semua dikantor ini, yang tentunya bukan maksud untuk memutuskan tali silaturahim dan pesahabatan, namun untuk sebuah karir yang dapat memberimu sebuah harapan hidup lebih layak dalam menjalankan sebuah profesi

Semoga tuhan merestui keputusan yang telah enkau putuskan, dimana manusia hanya bisa berencana namun semuanya itu kita serahkan kepada tuhan sang pencipta
Hanya doa yang bisa kupersembahkan sebagai buktinyata restuku menyertai ketegasan sikapmu kawan

Walaupun kini loyalitas yang pernah kau persembahkan diperusahaan metro tv, telah kau alihkan ke tempat kerjamu yang baru, di salah satu perusahaan televisi yang bernama lativi. Namun kuyakin jiwa persahabatan itu masih tetap kau tanamkan di kantor yang telah kau tinggalkan ini

Selamat jalan kawan... persaudaraan kita tidak akan bisa diputuskan hanya karena perbedaan label yaitu lativi dan metro tv

selamat jalan bro...
Gambaran lelaki sejati yang memiliki sikap elegan

Sabtu, 27 Oktober 2007

Dengarkan doaku Tuhan

Tuhan” terimakasih atas semua anugerah yang telah kau berikan selama perjalanan hidupku

Kuakui tuhan hambamu ini telah banyak melanggar aturanmu

Tak terhitung suda dalam catatan atas dosa yang telah kuperbuat dimuka bumi ini

Hambamu terkadang lebih mementingkan kesenagan dan kenikmatan semu didunia, dibanding mengingat serta menjalankan perintahmu tuhan

Hati kecilku selalu saja menjerit jika mengingat akan perbuatan dosa yang telah hambamu perbuat tuhan

Akankah disisa usiaku yang akan kujalani ini, diriku terus bergelimang dosa dan masih saja melupakan akan aturan yang telah kau tetapkan tuhan

Oh tuhan ingatkanlah aku akan selalu mengingat dan berada disisimu, janganlah engkau butakan hati dan pikiranku akan mendekatkan diri kepadamu

Jika selama ini diriku terkadang berbuat kesombongan, congkak, dengki serta melanggar aturanmu. maka jauh kanlah segala sifat itu dari diriku tuhan

Kuslalu merindukanmu tuhan dan hanya kepadamulah diri ini dapat menemukan ketenangan jiwa

Kuyakin akan takdirmu tuhan
Kuyakin akan mujisatmu tuhan
Kuyakin akan karmamu tuhan
Kuyakin akan rahmat dan kebesaranmu tuhan
Tidak ada satupun manusia yang dapat menghalangi kehendakmu
Hanya engkaulah yang maha segala – galanya dimuka bumi ini ya allah

Saat aku berinteraksi denganmu selalu saja kumemohon kepadamu ya… allah. Ampunilah segala keilafan dan perbuatan dosa yang telah kuperbuat, ampunilah segala dosa dosa seluruh orang – orang yang aku sayangi, khususnya dosa kedua orang tuaku yang telah melahirkan dan merawatku, jauhkanlah hambamu ini dari bisikan dan pengaruh setan yang dapat menjebkku kedalam lingkaran dosa, juhkanlah aku dari orang – orang jahat dan dekatkanlah hambamu ini ke orang – orang baik, berikanlah rahmad dan hidayahmu serta bukakanlah hati dan fikiranku untuk selaluh mendekatkan diri kepadamu ya allah

Tuhan…
Semoga saja engkau mau mendengar dan mengabulkan doa hambamu ini tuhan

Selasa, 23 Oktober 2007

Ungkapan rasa

Setelah sekian lama jiwa dan diri ini terombang ambing dalam ketidak pastian, kini harapan akan kepastian itu mulai nampak dengan hadirnya seorang wanita yang dapat membuat diri dan hati ini berada dalam ketenangan.
Akankah kebahagian yang telah kuraih ini, dapat kumiliki selamanya?

Tuhan...
jika rasa kebahagian itu adalah rahmadmu, maka berilah aku petunjukmu untuk merawatnya

minggu 21 oktober 07,kebahagian yang terus terbayang

Jumat, 19 Oktober 2007

kamuflase

Amerika" negara yang memproklamirkan dirinya sebagai negara adikuasa, yang paling getol meneriakan lawan dan habisi teroris, serta menentang adanya pelanggaran HAM.

Tetapi ternyata teriakan dan slogan – slogan anti teroris serta berdalil memperjuangkan hak asasi manusia, tidak lebih dari sebuah kamuflase semata.

Terbukti jika negara yang dinahkodai oleh george w bush itu. Tidak lebih dari sebuah negara penghancur peradaban dunia.
Sejarah mencatat, bumi hangusnya Hirosima dan Nagasaki. Akibat serangan bom nuklir yang diciptakan oleh profesor – profesor yahudi yang dimiliki negara paman sam tersebut.

Bahkan masih banyak lagi daftar dosa yang telah dilakukan negara yang mengklaim dirinya sebagai polisi dunia, terhadap perjalanan buram sejara dunia ini.

Jelas masih tertanam dalam ingatan kita bangaimana sengsaranya warga vietnam, yang hanya menggunakan peralatan dan persenjataan seadanya, dipaksa menghadapi ribuan bahkan jutaan tentara Amerika yang diperlengkapi senjata otomatis moderen dan didukung dengan armada tank serta pesawat tempur.

Demikian halnya yang terjadi di irak, hanya karena kepentingan politik dan bisnis ladang minyak. Amerika serikat kembali berkamuflase melalui media massa, bahwa presiden saddam. Harus ditangkap dan diadili kerena selama kepemimpinanya telah melakukan pelanggar HAM terbesar didunia.

Dengan perhitungan dan kalkulasi yang sangat matang tentang keuntungan yang akan diperolehnya dari hasil meruntuhkan rezim saddam husen. Maka negara pecundang ini mengibarkan bendera perang terhadap irak. negara yang kaya akan minyak itu

Kitapun melihat hasilnya lewat tayangan televisi dan membaca tulisan para jurnalis dimedia cetak. Dari penyerangan secara keroyokan yang dilakukan negara pecundang yang memiliki hak veto ini, tentunya bukan saja meruntuhkan rezim saddam husen.

Tetapi juga telah membumi hanguskan negara yang mempunyai gelar negeri seribuh satu malam itu, bahkan tidak sedikit nyawah warga irak melayang, akibat terkena serpihan bom serta tajamnya peluru yang dimuntahkan dari laras senjata – senjata canggih milik amerika dan negara – negara pecundang lainya yang mendapat legitimasi sebagai tentara pasukan multi nasional

Berdalil anti teroris, Amerika serikat. kembali membuat daftar dosa baru dengan mengobrak abrik Afganistan. Yang menurut persi Mr. Bush. Bahwa jaringan teroris yang selama ini merajalela dan menebar teror didunia. Adalah kelompok alkaedah yang dipimpin Osama binladen.

dengan alasan bahwa Osama binladen adalah aktor intelktual teroris dunia yang meruntuhkan gedung pencakar langit world trade centre, walaupun hingga kini belum dapat pembuktian,maka kota kabul di afganistan. kembali menjadi korban baru uji coba senjata canggih buatan terbaru amerika.

Dari waktu kewaktu negara adikuasa ini semakin bangga atas pretasinya mengukir sejarah suram pembunu terbesar, dan negara yang haus akan peperangan dan bangga dengan kemenangan walupun harus mengorbankan jutaan manusiah, termasuk mengorbankan warga negranya sendiri yang dipaksa mengikuti pertempuran.

Jika kita cermati pemberitaan media masa baik koran maupun melalui pemberitaan di televisi, ternyata pernyataan – pernyataan (ucapan) indah yang selalu dipublikasikan oleh presiden amerika serikat. sifatnya hanyalah sebuah kepalsuan yang manis diucapkan tetapi kenyataanya berbeda.

Buktinya negara yang konon katanya menentang pelanggaran HAM. Ternyata adalah negara pelanggar hak asasi manusia. contoh kecil terjadinya rasisme di negara itu sejak dahulu hingga detik ini, dimana banyak kebijakan parlamenya yang lebih condong memihak dan menguntungkan sikulit putih dibanding warganya yang berkulit hitam.

Demikian juga dengan slogan – slogan anti teroris yang selalu dipublikasikan lewat media. ternyata negara ini juga malah menciptakan dan menebar teror yang membuat sebagian besar manusia dibumi ini ketakutan.

Kamuflase tentunya adalah sebuah kebohongan yang selalu terlontar dari mulut orang – orang egois, dan seraka akan yang namanya kekuasaan serta haus sanjungan, atau lebih tepatnya manusia ambisiaus, seperti layaknya amerika serikat.

Namun tak dapat dipungkiri para pemimpin dan calon pemimpin dinegara ini, bahkan pemabuk dan pesina sekalipun tekadang tiba - tiba berubah bagaikan seorang uztad (berkamuflase) jika menginginkan sesuatau untuk sebuah ambisi

Kamis, 18 Oktober 2007

Realita hidup

Disuatu sore aku melintas di pantai losari makassar. Mataku tiba – tiba tertuju pada sekelompok anak muda yang lagi menikmati keindahan pantai losari di sore hari.

Seolah tanpa beban mereka bercanda dengan riangnya sesekali dibarengi dengan canda tawa, sementara yang lainya terlihat lagi asik memainkan telpon cellular yang ada digenggamanya.

Dari cara berpakaian serta deretan mobil mewah yang terparkir di dekat para anak muda ini, aku mengambil kesimpulan kalo mereka adalah anak gedongan istilah bagi orang serba berkecukupan alias orang kaya.

Hati kecilku bertanya!? apakah kelompok anak muda ini betul – betul menikmati keindahan panorama senja pantai losari, ataukah sekedar ngumpul – ngumpul hanya untuk memamerkan gaya dan penampilan, juga memperlihatkan kepada orang – orang bahwa mereka berada di komonitas borju.

Belum lagi fikiranku lepas dari kelompok anak muda tadi, tiba tiba pandangan mataku tertuju pada dua orang anak yang berjalan tanpa memakai alas kaki, dengan pakaian compang campig sambil menenteng karung entah berisi apah, namun kuyakin karung itu berisi barang rongsokan yang dipungutnya ditempat buangan sampah.

Aku tiba – tiba teringat akan tulisan – tulisan di buku marxsisme dimana buku tersebut mengajarkan kita untuk mendalami sebuah kebersamaan dan pemerataan hidup.
Mungkinkah jika ajaran – ajaran yang tertuang dalam buku marxisme itu diterapkan dalam hidup ini, tidak adalagi yang namanya perbedaan antara sikaya dengan simiskin.

Tidak adalagi kesombongan yang sering diperlihatkan oleh kaum borjuis, terhadap orang – orang yang tingkat kehidupan sosial dan ekonominya berada di bawa garis kemiskinan. serta tidak ada lagi pemicu terjadinya kecemburuan sosial.

Namun itulah kenyataan hidup atau tepatnya konsukuensi hidup dimana perbedaan itu selalu ada demikian halnya dengan status sosial dimana selalu saja ada yang namanya perbedaan.

Sepertihalnya cerita dongeng yang sering kubaca dan kudengar disaat aku masih kanak – kanak yang berkisah tentang perbedaan antara sikaya degan simiskin

Makassar 18 oktober 07

Selasa, 16 Oktober 2007

keyakinan akan sebuah perubahan

Oh... tuhan Kata yang sempat terucap dari bibir ini, disaat sepeda motor yang-ku kendarai melintas di jalan somba opu makassar.

Rasa sedih bercampur haru disertai belas kasihan timbul dalam diri ini, saat aku melihat seorang lelaki duduk di trotoar emperan toko, dengan raut muka lesuh.

Spontanitas aku mengerem sepeda motor, kuraih dompet yang berada di saku celana, kemudian tangan ini memberikan uang ke lelaki tadi. setelah mengambil uang pemberianku, sang lelaki lalu tersenyum dan mengucapkan rasa terima kasih.

Sambil mengendarai sepeda motor, aku berfikir inikah yang dikatakan sebuah keadilan, yang selama ini selalu kudengar dari mulut para politikus – politikus pembual.

Jika benar keadilan dan rasa kebersamaan itu ada, mengapa lelaki yang memiliki tubuh jauh dari kesempurnaan, masih tetap saja duduk di atas trotoar di malam hari, dengan tidak menghiraukan dinginya angin malam yang mengerogoti tubuh kusamnya, hanya karena satu tujuan, yaitu untuk mendapatkan uang dari rasa belas kasihan orang yang melintas di jalan tersebut.

Aku kembali teringat akan janji – janji dan bualan para elit politik, mana kala mereka mencoba menarik simpati dan membutuhkan dukungan suara dari masyarakat akar rumput. Puisi – puisi indah yang sering mereka nyanyikan ke masyarakat, yah… tentunya kata – kata khiasan yang tidak berubah dari waktu ke waktu, yang bunyinya jika nantinya saya terpilih. Maka saya akan tingkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak ada lagi yang namanya pengangguran, pendidikan dan berobat digeratiskan serta banyak lagi janji – janji bualan yang terlontar dari mulut para pembual.

Namun ternyata setelah tujuan para pembual itu terwujud, janji – janji yang dulunya terlontar dan tak jarang dibarengi dengan sumpah, terlupakan begitu saja, bahkan tak jarang pulah kecongkakanlah yang mereka perlihatkan, ataukah mungkin kebohongan, kecongkakan dan keserakahan telah menjadi tradisi manusia di zaman yang dikatakan reformasi ini.

Ataukah manusia sekarang telah mengabaikan akan kodratnya sebagai hamba Allah dan telah berani membohongi tuhanya sekalipun hanya untuk meraih sebuah tujuan. Oh... pengemis!Yakinlah akan keadilan tuhan, jika selama ini kehidupan dan profesi kalian yang sering dijadikan jualan serta dikorbankan untuk kepentingan politik, maka akan tiba saatnya politik itu akan berada di genggaman kalian.

Hidup ini tidak lebih dari sebuah perputaran roda, seperti pula halnya dengan langkah kaki yang selalu bergantian, maka janganlah pernah pesimis menjalani hidup karena perubahan itu akan selalu ada dan kemenangan itu pasti.

MAKASSAR 16 OKTOBER 07

Senin, 15 Oktober 2007

kesedihan dihari kemenangan

Hari kemenangan itulah hakiki dari merayakan lebaran idul fitri, dimana ummat muslim kembali kefitranya, dengan melaksanakan perintah allah yaitu berpuasa selama sebulan penuh, dengan menahan lapar, hawa nafsu serta membenahi diri dari segala kekurangan, yang tentunya menuntut kita untuk lebih bertaqwa kepada allah.

Entah mengapa dihari kemanangan ini kesedihan tiba - tiba datang, bersamaan hadirnya bayang - bayang seseorang yang pernah mendampingi perjalanan hidupku, serta teringatnya aku akan kenangan perjalanan indah yang pernah kujalani bersamanya
Kucoba untuk larut dengan canda tawa temanku-temanku, dengan harapan semoga saja kesedihan itu dapat hilang, namun bayangan dan kenangan masalalu itu takunjung jua pergi, entah mengapa kesedihan dalam hati ini, memaksa mataku meneteskan butiran air yang mengaliri pipiku. canda tawa dan suka duka yang telah kulalui bersama wanita yang telah pergi meninggalkanku, terus saja merasuki fikiranku.
Dipagi hari saat matahari muli menampak-kan bentuknya di bumi ini, seiring dengan mengumandangnya suara tagbir Allahu akbar… Allahu akbar…Allahu akbar…dari corong – corong masjid didekat rumahku, bertanda tibanya hari kemenangan bagi ummat muslim.
Aku mencoba bergegas dari tempat tidur berjalan menuju ke kamar mandi, namun kembali bayang – bayang masalalu itu hadir di fikiranku, dan membuat perasaan ini kembali larut dalam kesedihan
kucoba menghilangkan kesedihan itu dengan berserah diri ke maha pencipta, sampai akhirnya diriku menyadari akan yang namanya sebuah takdir. Kusadari bahwa sesuatu yang telah pergi meninggalkan kita untuk selama - lamanya, tentunya tak akan mungkin kembali lagi.
Yah... mungkin inilah sebuah konsekuensi hidup yang harus aku terimah, dimana manusia terkadang baru menyadari akan pentingnya kehadiran sesorang yang paling kita sayangi dan cintai, mana kala orang tersebut telah pergi meninggalkan kita
Walaupun pahit namun itulah kenyataan yang harus kujalani, aku berharap semoga saja rahasia tuhan dari kejadian pahit yang terjadi pada diriku, adalah sebuah rahasia yang akan terwujud dengan sebuah keindahan.
Seperti dalam firman Allah. Tidak ada satupun yang kekal dan abadi di dunia ini, kecuali perbuatan amal ibadah kita kepada allah sang pencipta langit dan bumi.
Semoga saja dengan kumandan takbir allahu akbar….allahu akbar…allahu akbar Yang bergemah di hari yang fitri ini, bertanda tibanya hari kemenangan itu. dapat membuat diriku dan kita semua lebih bertaqwa, dan tidak lebih mengutamakan kepentingan dunia serta lebih mencintai sesuatu melebihi cinta kita kepada allah subhana wataala

Makassar 14 oktober 07

Kamis, 11 Oktober 2007

Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara ceritanya mudah berubah
kisah mahabrata atau tragedi dari yunani
Setiap kita butuh satu peranan yang harus kita mainkan.

Bait – bait dalam lagu ini tentunya menceritakan kepada kita bahwa perjalanan hidup kita di dunia ini tidak lebih dari sebuah sandiwara. Dimana manusia dalam melakoni hidupnya terkadang harus bersandiwara

Yah begitulah kenyataan yang dilakukukan sebagian manusia dalam menjalankan hidup atau untuk tetap bertahan hidup, melakoni hudup dengan penuh sandiwara tentunya juga akan menjebak kita ke sebuah kekonyolan. namun terkadang pulah situasi dan kondisi-lah yang mengharuskan kita untuk bersandiwara

Sepertihalnya yang dilakukan para manusia – manusia yang menyandang gelar bunglon, selalu cari perhatian dan jilat sana sini. bahkan untuk meraih sesuatu, apapun akan dia lakukan demi kepentingan dirinya semata.

Walaupun binatang yang namanya bunglon itu disenangi karena punya daya tarik dari bentuknya yang unik, serta karakter warnaya yang dapat berubah - rubah, namun tentunya kita tidak menyenangi manusia - manusia yang mempunyai sifat seperti bunglon. selain menyebalkan, manusia yang mempunyai sifat bunglon, juga dapat mengorbankan siapa saja untuk menggapai tujuanya.

Orang – orang yang mempunyai sifat mirip bunglon, sering kujumpai dalam keseharianku, walapun menyebalkan namun aku tak pernah mau ambil pusing tentang mereka, yah... biarlah waktu yang akan merubah mereka, aku menganggap mereka lagi melakoni sebuah sandiwara hidup.

Akankah manusia selalu saja bersandiwara dalam melakoni hidup ini?. kuberharap semoga saja dunia ini bukan lah sebuah panggung yang dipenuhi para aktor - aktor pembual, yang dapat mengakibatkan kesengsaraan bagi kelangsungan hidup kita semua.

Makassar, 11 Oktober 07

Selasa, 09 Oktober 2007

Kapitalis

Dalam hidup ini setiap manusia pastilah sangat membutuhkan yang namanya uang, bagaimana kita mendapatkan uang itu? Yah, tentulah kita harus giat bekerja dan diiringi dengan doa.

Namun terkadang kita harus menerima kenyataan pahit manakala tempat kita menggantungkan hidup, tidaklah menjalankan kewajibanya sebagai perusahaan yang seharusnya memperhatikan tingkat kesejahteraan karyawanya. Seperti halnya memberikan jaminan askes, gaji sesuai upah minimum provinsi dan nasional, tunjangan – tunjangan lainya dan masih banyak lagi kewajiban perusahaan terhadap pekerjanya.

Permasalahan antara perusahaan dengan pekerja (sengketa perburuhan) terus saja berkelangsungan di negara yang kita cintai ini yaitu NKRI. Permasalahan yang selalu saja terulang dari tahun ke tahun, yang berkaitan PHK sepihak. Pemotongan gaji, dan masih banyak lagi contoh kasus yang sering kita tonton di berita tv, maupun kita baca di media cetak,
Tak jarang terjadi sengketa antara perusahaan dengan pekerjanya, berakhir dengan tindakan anarkis yang dilakukan para pekerja terhadap aset perusahaan.
Tindakan anarkis karyawan yang sering terjadi tentunya dipicu rasa ketidak puasan atas kebijakan perusahaan dan tidak adilnya palu hukum, dimana pengadilan kita terkadang lebih memihak dan menguntungkan kaum kapitalis dibading buruh.
Padahal tidak jarang para pekerja rela menghabiskan waktu, dan mengucurkan keringat, serta mempertahankan idealismenya sebagi seorang buruh tangguh, dalam menjalankan kewajibanya sebagai pekerja, dengan satu tujuan yaitu membesarkan dan menjaga nama baik perusahaan dimana tempat mereka menggantungkan harapan demi kelangsugan hidup.
Akankan kita bekerja secara professional, jika perusahaan tempat kita mengantungkan harapan dan hidup, mengabaikan kewajibanya?
Ataukah mungkin para pengusaha di negeri ini, telah menjadikan negara yang kita cintai ini menjadi sebuah negara kapitalis, yang hanya memikirkan keuntungan besar perusahaan dengan mengabaikan rasa kebersamaan.

MAKASSAR, 11 OKTOBER 07

Minggu, 07 Oktober 2007

Ketegasan Sikap

Diri kita terkadang dihadapkan dengan sesuatu yang namanya pilihan, dan alangkah delematisnya kita jika pilihan tersebut hanya mengenal dua kata yaitu iya atau tidak.

Begitupun halnya dalam sebuah kompotisi pastilah kita akan dihadapkan dengan pilihan menang atau dikalahkan lawan, sekalipun lawan yang kita hadapi teman, sahabat atau saudara sekalipun.

Namun yang terberat dalam hidup ini jika kita dihadapkan dengan yang namanya pilihan ditinggal atau meninggalkan sesuatu yang paling kita sukai dan kita sayangi.

Seperti halnya bait – bait lagu yang dilantunkan penyanyi legendaries kita Iwan Fals.
dalam lirik lagunya, aku lelaki tak mungkin menerimamu bila ternyata kau mendua membuatku terluka.

Makna dalam lagu ini tentunya mengajak kita untuk bersikap tegas dalam mengambil sebuah keputusan, walaupun pada akhirnya keputusan itu harus mengorbankan perasaan, tetapi demi sebuah tujuan yaitu ketegasan diri dalam bersikap

2007 MAKASSAR OKTOBER O7

Alkohol

Kusadarai semenjak ditinggal sesorang yang paling kusayangi, diri ini kembali larut dengan dunia semu dan berteman dengan sesuatu benda cair yang namanya alkohol,

Harapanku semoga saja dengan mengkonsumsi alkohol, semua kesumpekan dalam benakku ini dapat lenyap, tetapi ternyata bukanya kedamaian yang kudapatkan dari minuman yang membuatku mabuk, namaun diriku semakin menjauh dari jati diriku yang sebenarnya

Akankah diriku terus larut dengan dunia ketidak pastian dengan mengkomsumsi alkohol?
Hati kecilku berkata tinggalkanlah dunia semu itu, namun terkadang kebimbangan dalam diriku datang, disaat aku akan beranjak meninggalkan dunia tersebut.

Kuberserah kepadamu ya…allah semoga saja engkau tidak akan membiarkan hambamu ini terus menjalani dunia semu itu

Satu kata yang perlu kutanamkan didalam diriku ini yaitu selamat tinggal alkohol

Makassar oktober 07

Jumat, 05 Oktober 2007

Sunset

Keindahan suatu obyek atau benda tak akan nampak dalam pandangan mata kita, jika hati kita buta akan yang namanya keindahan.

Manusia yang tidak memahami akan indahnnya anugerah sang pencipta, tak mungkin pernah merasakan nikmatnya keindahan itu. Kusukuri pemberian Ilahi atas rasa keindahan yang tertanam dalam diriku, sehingga aku paling suka akan yang namanya keindahan.

Kenapa aku senang dengan keindahan?
Keindahan tak mungkin lepas dari diriku, karena keindahan itulah yang selama ini membuat perasaan dan hati ini selalu enjoi.


Manakala perasaanku lagi sumpek menghadapi berbagai permasalahan dan problema hidup, maka hanya ada satu solusi di mana aku sering mencari ketenangan, yaitu mendatangi tempat yang indah – indah, dimana pandangan dan perasaan ini dapat melihat serta merasakan keindahan alam semesta ciptaan tuhan