Selasa, 20 Januari 2009

TRAGEDI YANG TELAH MENJADI TRADISI

TRAGEDI MEMILUKAN AKAN TERUS TERJADI DIBUMI INI JIKA MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH MAU BERSAHABAT DENGAN ALAM.

ENTAH FAKTOR ALAM ATAU KELALAIAN MANUSIA, HINGGA TRAGEDI DEMI TRAGEDI TERUS SAJA TERJADI DI NEGERI.

RATUSAN BAHKAN JUTAAN NYAWA MELAYANG DI NEGERI INI, YANG DIAKIBATKAN BURUKNYA SISTIM TRANSPORTASI LAUT, UDARA DAN DARAT, SEOLAH TRAGEDI DEMI TRAGEDI YANG TERJADI DARI TAHUN KE TAHUN, TELAH MENJADI TRADISI YANG HARUS TERUS TERJADI.

SEMOGA TRAGEDI TENGGELAMYA KM TERATAI PRIMA, YANG MENELAN RATUSAN NYAWA DI SELAT MANDAR, MENJADI PERINGATAN DAN PELAJARAN BERHARGA BAGI KITA SEMUA.

SATU NYAWA SANGATLAH BERARTI BAGI BANGSA INI.

REKAMAN VIDIO PROSES EVAKUASI KORBAN KM TERATAI PRIMA, OLEH KRI UNTUNG SOROPATI DI SELAT MANDAR, TGL. 11 JANUARI 2009.


CAMERAMAN UCENK HUSAIN

Selasa, 09 Desember 2008

Manusia dan lidahnya

Manusia pastilah membutuhkan teman ”sahabat”, namun mendapatkan teman yang cocok untuk dijadikan sahabat dalam berbagi suka dan duka, sangatlah sulit mendapatkanya, terkadang orang-orang yang berada di lingkungan kita, memiliki karakter yang tidak kita sukai

Untuk mengetahui karakter orang – oarang yang berada pada lingkungan sehari – hari kita, maka ada cara yang lebih gampang mendeteksinya, yaitu pelajari dari tutur katanya:




Berikut tips mempelajari karakter manusia berdasarkan lidahnya.:

1. manusia memiliki kualitas tinggi:
jika berbicara maka setiap perkataanya membawa pesan, mengeluarkan ide, menciptakan solusi, dan selalu saja ada hikmanya, serta memberikan ilmu bagi orang lain

2. orang biasa-biasa saja:
jika berbicara selalu saja mengomentari apa saja yang dilihatnya ”asbun”

3. orang rendah:
kala ia berbicara selalu saja mengeluh, mencelah, dan menghina apa saja yang dilihatnya.

4. orang dangkal:
jika bertutur, selalu saja cerita tentang kehebatanya, dan selalu saja ingin tampak lebih menonjol dari orang lain



Demikian halnya dengan manusia yang memiliki rasa kecintaan pada dunia secara berlebihan, so pasti memiliki gaya hidup yang hedonistik, matearialistik, egoistis, merasa benar sendiri, saling sikut, menjilat atasan, makan bawahan, tindas teman sendiri.

Kamis, 20 November 2008

KERAGUANKU

Dirini terus berbuat, namun hingga kini akupun bingung akan apa yang telah aku perbuat.
Entah kebenaran atau kesalahan yang telah banyak kuperbuat dalam mengarungi perjalanan hidup.
Namun kusadari semakin bertambah usiaku, semakin besar pulah keraguan akan kesalahan hinggap dalam jiwa.




Keraguan akan banyaknya kesalahan yang telah aku perbuat
Keraguan akan semakin menjauhnya diri ini dengan alam
Keraguan akan bobroknya tingkah laku.
Keraguan akan sebuah keangkuahan
Keraguan akan keilafan terhadap aturan – aturan keyakinan
Keraguan akan banyaknya dosa yang telah kuperbuat.
Keraguan akan semuanya

Rapuhnya iman atas keyakinan terhadap sang ILAHI. Semakin memperbesar rasa keraguan dalam jiwa.
Jika keraguan itu benar, maka hanya kepadamulah ya ALLAH. Tempat aku memohon., ampunilah segala dosa yang telahku perbuat.
Bersihkanlah diri dan jiwa ini dari segalah keilafan yang telah aku perbuat, hingá mengakibatkan keraguan itu terus menghantui jiwa ini

Rabu, 12 November 2008

Perjuangan tak berujung

Sekali kita memilih jalan perjuanagan, maka itu tidak ada ujungnya, dan engkau, aku, semuanya telah memilih jalan perjuangan.
(MUCHTAR LUBIS)

Muchtar lubis, adalah seorang tokoh jurnalis yang berani mengorbankan dirinya dibelenggu dibalik terali besi, hanya karena mempertahankan idialisme, dan melawan sistim kebobrokan yang berlaku pada zaman pemerintahan orde lama yang dipimpin oleh soekarno. serta zaman orde baru yang di nahkodai oleh presiden soeharto

Muchtar lubis kini telah tiada, namun tidak berarti perjuangan kebebasan pers, harus lah ikut mati.




Seorang pemimpin haruslah mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.
Peminpin sejati adalah pemimpin yang mau menerima kritikan demi membesarkan negara yang dipimpinya.


JANGAN PENJARAKAN KEBEBASAN PERS

Minggu, 28 September 2008

Proses perjalanan hidup

Patah tumbuh hilang berganti
Yah... ini lah makna dari kata pepatah yang pernah aku dengar
meninggalkan sesuatu pasti kita akan mendapatkan yang lebih baik buat diri kita.
setelah aku mengambil satu keputusan berhenti dari perusahaan metro tv, akhirnya aku diterima di salah satu perusahaan media yang lebih besar menurut saya.

Keputusan berhenti demi mempertahankan sebuah idialisme, adalah keputusan yang tepat bagiku.

Semoga di kantor baruku ini, aku masih tetap seperti yang dulu, tetap bertahan pada prinsip idialisme dalam menjalankan tugas jurnalis.

Satu pesan yang perlu kusampaikan untuk teman-teman se-profesi:
Janganlah kita pernah takut kehilangan sesuatu, hanya karena demi mempertahankan
prinsip yang kita anut

Kekurangan materi tidak akan membuat kita mati, namun membohongi kata hati apa lagi bekerja dengan menggunakan cara-cara kotor, akan mempermalukan diri kita.

Sabtu, 26 Juli 2008

MENGGAPAI SEBUAH KETENANGAN

Terkadang kita dihadapkan dengan dua pilihan yaa.. atau tidak.
jika kita mengambil satu keputusan diantara dua pilihan tersebut, maka kita harus yakin, keputusan itu telah mewakili jiwa tanpa ego.

Suatu keputusan yang telah aku ambil saat ini, yaitu berhenti dari tempatku bekerja.
Yaah.. keputusan tersebut telah mewakili jiwaku, demi menghindari sebuah konflik dilinkup kantorku,dan mempertahankan idialisme sebagai jurnalist, serta membutuhkan ketenangan dalam menjalani hidup, adalah akumulasi dari keputusan yang telah kuambil.

Walaupun sebagian orang menganggap keputusan itu adalah sebuah keputusan konyol, namun aku tetap bangga dengan prinsip yang tertanam dalam diri ini,
karena berani mengatakan tidak, untuk sebuah ketenagan hidup.

jika sesuatu diawali dengan niat baik, maka yakinlah kita tidak akan pernah sengsara menjalani proses hidup.
maka janganlah pernah takut mengambil keputusan yang menurut hati nurani kita benar.

Selasa, 03 Juni 2008

Manusia begundal

Hidup tak ubahnya sebuah panggung sandiwara, dimana kita berada pada posisi yang tercantum dalam skenario.

Suatu peran yang saat ini sedang dimainkan oleh begundal-begundal penjilat, yaitu skenario sandiwara musang berbulu domba, dimana para pelakonya saling berlomba jilat menjilat, pasang muka kiri kanan, layaknya sebuah cermin yang selalu saja ingin menampakkan bayangan indah tanpa memiliki jiwa dan rasa.

Jika diri ini sedang melakoni sebuah skenario, maka hanya ada satu kata slamat tinggal para begundal.

Namun bukan berarti para begundal penjilat "musang berbulu domba", berada di posisi menang atau kalah, karena naskah dari skenario bukanlah suatu pertandingan, yang mengharuskan kita bertarung hidup mati.

Selasa, 29 April 2008

Misteri hidup

CINTA.
Lima huruf yang dirangkai jedi satu kata ini, akhirnya kembali membuat aku terbuai.
Entah mengapa sesuatu yang sangat aku takutkan akan terjadi pada diri ini, akhirnya secara perlahan hinggap dan menggerogoti jiwa-ku.

Ingin rasanya ku-menjauh dari rasa cinta, namun jiwa ini terus menagi akan sebuah rasa suka terhadap seorang gadis yang jua mengharapkan cinta suci dari-ku.

TUHAN. Hanya kepadamulah kumemohon petunjuk akan rasa yang kualami saat ini.

TUHAN. Jika rasa yang engkau berikan kepada kedua ummat-mu ini adalah sebuah anugerahmu, maka berikan-lah kami berdua kemudahan untuk merawatnya hingga kehendakmulah yang akan memisahkan kami.